Seberapa Perlu Mengunggah Foto Pasangan di Media Sosial?


Di era digital saat ini, media sosial udah menjadi separuh hidupnya masyarakat perkotaan, khususnya Jakarta, tempat saya hidup selama ini. Dengan berkembangnya media sosial berdampak pada interaksi sosial secara langsung jadi berkurang karena semua teman, kolega, keluarga, bahkan pasangan sudah bisa dihubungi dalam satu pesan dalam genggaman smartphone/gadget. Apa dampaknya pada hubungan dengan pasangan? Untuk yang LDR sih pasti adanya sosmed ngebantu banget untuk tau kegiatan sehari2 pasangan yang nun jauh disana apa aja. Lalu kalau untuk pasangan yang tidak menjalani LDR? Apakah sosmed memberi pengaruh positif atau negatif terhadap hubungan?

Berangkat dari pengalaman pribadi saya dan suami, agaknya si sosmed ini lebih memberi manfaat untuk kami masing2, tapi nggak bermanfaat untuk kami berdua secara hubungan. Jadi gini maksudnya. Saya ngerasa sosmed itu memberikan keuntungan untuk diri saya sendiri karena saya bisa posting pikiran2 saya tentang suatu topik tertentu, bisa posting foto2 saya dengan keluarga, foto2 makanan, dan tentu saja foto selfie (ehem..). Tapi, si sosmed ini nggak terlalu berguna untuk hubungan saya dengan suami. Contohnya, saya post foto / artikel tempat makan yg saya ingin kunjungi dengan suami, lalu nge-tag dia disitu. Setelah itu pas ketemu sama suami, udah lupa deh soal yg tadi saya tag dan suami juga nggak ngeh kalo saya ngetag dia. Akhirnya postingan itu jadi nggak ada gunanya dan menuh2in wall sosmed saya doang. Kenapa bisa seperti itu? karena suami dan saya memakai sosmed untuk sekedar melepas penat dengan baca2 hal yang menurut kami masing2 menarik, bukan sebagai sarana komunikasi untuk memperkuat hubungan. Kami masih menganut paham bahwa kata2 dan komunikasi langsung akan jauh lebih bermakna dibandingan sekedar #kode di status sosmed.

Trus kalau soal update foto pasangan gimana? perlukah? perlu nggak perlu tergantung orangnya. Tapi kalau saya menilainya bahwa jika kita sayang sama seseorang, naturally kita pengen kasih tau ke semua orang kalo kita sayang dia. personally menurut aku, posting foto pasangan di sosmed itu sebagai salah satu act of love (tindakan cinta). Dengan post foto pasangan, saya pribadi merasa bisa memberi tahu pada seluruh dunia kalau He is mine, and forever will be mine. I love him and proud to be with him, makanya dipajanglah fotonya di sosmed saya. Tapiiii… saya tegaskan ya, act of love itu bukan cuma posting foto pasangan aja. Masih banyaaakk lagi dan ga mungkin dijabarin satu2 disini. Nah, itu kan menurut saya. Sementara apakah suami saya juga melakukan hal yang sama? jawabnya: TIDAK. dari jaman pacaran sampe nikah hampir 2 tahun ini, paling foto saya yang ada di wall sosmednya itu foto pas nikah yg ditag ke dia. Dia secara personal nggak pernah unggah foto saya di wall nya dan kasih caption2 romantis ato apa. kenapa? 1. kerjaannya. Banyak kolega yang temenan sama dia di sosmed dan rasanya gimanaa gitu kalo posting2 kehidupan pribadi disana. 2. Dia bukan tipe orang seperti itu. memang belakangan saya semakin sadar kalau nggak semua orang suka (dan bisa) menunjukkan emosi dan perasaannya secara bebas lewat tulisan di sosmed. Dan suami saya termasuk tipe yang ini. kalau ada uneg2 atau mau bilang sesuatu ya ngomong langsung aja. nggak pake2 #kode dan kawan2nya. 3. Dia nggak suka umbar2 masalah pribadi kemana2. Kalopun ada masalah diantara saya dan suami, itu akan jadi permasalahan kami berdua yang akan diselesaikan oleh kami berdua saja. Itu sudah cukup.

Nah, apakah perbedaan ini membuat saya dan suami jadi bertengkar? Seringnya sih saya yang ngedumel sendiri, “kenapa sih ga pernah posting foto gueee di sosmed..” tapi ya balik lagi. Apakah hal itu penting dipermasalahkan? Apakah dengan ga posting foto pasangan artinya dia nggak cinta sama saya? Ya nggak gitu juga kan. Another thing is, saya selalu menanamkan ke dalam pikiran saya bahwa laki2 itu bukan mind reader. Dikasih clue dan sejuta #kode juga sulit untuk seorang laki2 mengerti maksud pasangannya. Yang paling gampang adalah tinggal ngomong aja langsung. Kalau memang kamu yang baca ini pengeen banget pasangannya posting fotomu, ya ngomong aja dengan jelas. Percuma kalo pake #kode doang, ntar malah kamunya yang manyun gara2 ga dianggep tuh si #kode (pengalaman pribadi hahaa..)

Intinya sih, namanya media sosial digunakan untuk bersosialisasi dengan orang2 yang mungkin jauh secara jarak untuk saling bertukar kabar, jadi jangan sampai lupakan interaksi sosial dengan orang2 yang dekat dengan kita.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s