Dalam Masa Penantian sang anugerah kecil


Hellooooooww….. (is it me you looking for..)

Haaha. Jadul. Oke, sebelum mulai, I warn you something. This is not a desperate post. I wrote this as my own experience in waiting for my little miracle, as to inspire and encourage people who also felt the same like I am now feeling. Tulisan ini bukan untuk marah2, mengumpat, atau menyampah. Tapi saya hanya ingin ngasih tau orang2 yang sedang mengalami hal yang sama dengan saya, bahwa kalian nggak sendirian.

 

As I enter my first year in marriage life, many things changed in me. Khususnya dalam perkembangan emosional ya. Lebih khususnya lagi dalam menghadapi pertanyaan “udah isi belom?” (yang ada di post saya sebelumnya). Now I am in the phase where I can actually smile and let the people who ask ashamed and not saying any further words. Haha!. Sekali2 perlu juga ngasih tau orang2 kalo ini perkara personal dan nggak usah lah kepo2 amat. Toh kalo beneran iya hamil masa nggak dikasih tau sih? Yang nunggu tuh bukan cuma kalian, tapi kami ini juga lagi nunggu. Jadi tolong lah beri kami sedikit privasi untuk nggak harus selalu ngomongin tentang hal sensitif seperti itu.

 

Itu kalo dealing sama orang lain. Nah sekarang gimana caranya dealing sama diri sendiri? Ini yang rada tricky. Setahun pertama ini, tiap bulannya nggak pernah absen ngecek, playing the waiting game, dan akhirnya selalu ended up in tears. SELALU. Nggak pernah nggak. Sampai pada suatu saat, saya marah, saya nangis, saya meraung2 di hadapan Tuhan. Rasanya kok Tuhan nggak adil ya, begitu banyak bayi2 diaborsi, tapi kenapa saya belum bisa merasakan punya bayi dari rahim ini? Apa salah saya, Tuhan? Apa Tuhan nggak sayang sama saya? Apa Tuhan nggak mau memberkati saya? Apa Tuhan nggak mau memberkati keluarga saya? Akhirnya saya hanya bisa berserah pada Tuhan. Lalu kemudian Tuhan memberikan pengertian pada saya. Nggak semua orang dikasih pengalaman seperti ini. Seharusnya saya, yg diberikan pengalaman ini, menjadi orang yang lebih kuat dibandingkan yang tidak diberi pengalaman seperti ini. Dan sebagai orang yang lebih kuat, sudah seharusnya saya membantu orang2 yang sedang lemah lainnya. Tuhan sudah menganugerahkan saya dengan kemampuan menulis yang cukup, dan Tuhan ingin saya memberkati orang lain dengan tulisan saya. Sebenarnya mungkin post ini hanya memberikan dampak yang kecil bagi dunia, tapi lebih baik berdampak daripada tidak sama sekali. Iya kan?

Jujur saja sekarang saya merasa jadi lebih dekat dengan Tuhan sekarang dibandingkan setahun yang lalu. Emang sih manusia itu maunya nyari Tuhan kalo lagi butuh atau lagi ada maunya, tapi saya sangat berusahaaa sekalii untuk nggak begitu. Karena Tuhan hadir bukan hanya dalam masa2 sulit, tapi juga masa2 bahagia kita. Dan rasanya semakin saya dekat dengan Tuhan, semakin saya nggak mau kehendak saya yang terjadi. Sering saya berpikir “ah mungkin nanti dikasihnya pas anniversary” atau “ mungkin bulan ini dikasih” dsb.  Ini seperti membatasi kuasa Tuhan dan membuat keinginan Tuhan jadi keinginan saya, bukan malah sebaliknya. Dan akhirnya saya capek sendiri menerka2. Kemudian saya memutuskan untuk tidak lagi ikut campur sama urusan Tuhan. It’s all in HIS hand. Kapanpun Dia mau kasih, saya harus sudah siap. Dan sementara ini saat belum dikasih, ya persiapkanlah diri sebaik2nya. Misalnya dengan menabung, juga dengan memulai hidup yang lebih sehat. Karena memiliki anak bukanlah sebuah perlombaan. Siapa yang nikah duluan haruslah hamil lebih dulu. Ini sungguhlah anggapan yang nggak baik. Masa mau me-nyetting Tuhan bahwa abis nikah harus hamil, punya anak dalam 2 tahun pertama pernikahan. Tuhan saya bukan Tuhan yang nggak kreatif! Jalan cerita masing2 anakNya berbeda dan semua diciptakan dengan tujuan yang berbeda2 juga. Jadi nggak bisa Tuhan itu “disuruh” mengikuti keinginan manusia.

 

Jadi kalau saat ini ada teman2 yang pernah merasakan yang saya rasakan, it’s OK to be sad or angry. Tapi setelah itu harus tetap bangkit dan percaya terus bahwa Tuhan nggak meninggalkan kita. Everything happens for HIS reason. Mungkin sekarang saya ngepost ini, lalu 3 tahun lagi melihat post ini sambil gendong my little miracle? Siapa yang tahu?

 

Please email me at diankristianhutagalung@yahoo.co.id for further sharing yaa.. pengen banget cerita2 sama yang sedang sama2 dalam masa penantian❤

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s