Curhat (Terpaksa)


Iya. Terpaksa harus ditulis disini, setelah beberapa waktu ini memendam sendiri dan mulai kesal dengan keadaan sekitar yang nggak ngerti2 perasaan kita iniii. Baiklah, sebenernya apa yang mau saya bahas disini? Pembahasan dalam curhat berikut ini adalah tentang pertanyaan “UDAH ISI APA BELUM?”

Entah udah berapa kali pertanyaan tersebut mampir ke telinga ini. Entah ke saya sendiri, entah ke suami, entah ke kami berdua, yang kebanyakan cuma dijawab “doain aja” sambil senyum kecut. Sebenarnya ada makna apa dibalik pertanyaan ini?

Berdasarkan hasil pengamatan saya, pertanyaan ini adalah sebuah pertanyaan WAJIB setiap ketemu pasangan yang baru nikah less than a year. Mau pertemuan kedua kek, ketiga kek, ke sepuluh ribu kek, udah pasti ditanyain deh pokoknya. Dan nggak cuma 1 ini pertanyaannya. Yang lain2 pun ikutan semacam “oh, belum ya? Udah coba ini-itu (menyebutkan pengobatan ini itu yang entahlah apa perlu disebutkan mengingat sebenernya dia juga bukan sales obat itu)”. Biasanya kalo kayak gini, the best thing to do adalah menghindar atau bahasa kerennya kabur dari situ dan menjauh dari si penanya. Takutnya kalo yg nanya itu orang yang lebih tua, kitanya jadi kurang ajar kalo ngejawab yang aneh2, jadi daripada bikin dosa mendingan jawab sesimpel mungkin dan kabur secepat mungkin. Ya nggak?

Kalau ditanya, pasangan suami istri mana yang nggak kepengen punya keturunan? (ya, maybe there’s some people, but mostly Indonesian will want kids, I think). Tapi perlu digaris bawahi bahwa punya keturunan itu adalah ANUGERAH dari TUHAN, yang bisa didapat HANYA atas IZIN TUHAN. Kenapa? Karena DIA adalah pencipta manusia. Bagaimana mungkin 2 orang manusia bisa menciptakan sendiri manusia lain tanpa ijin sang PENCIPTA? Apa hak kita untuk memaksa Dia memberikan sesuatu yang kita inginkan?

Saya udah pernah dengar kisah2 tentang orang yang udah jungkir balik di dunia Trying to Conceive thing dan ga berhasil2, lalu  pada saat dia menyerah dan berhenti berusaha, malah Tuhan sendiri yang kasih anugerah itu. Intinya adalah jangan bersandar pada pengertianmu sendiri, hai manusia2 yang kecil dan lemah. Percayalah kepada Tuhan yang menciptakanmu. Kalau Dia berkehendak untuk kamu punya keturunan, maka kamu akan punya, in His time, just believe in Him..

Semakin kesini, saya semakin belajar bahwa hamil dan punya anak adalah hal yang sama sekali tidak mudah. Tanggung jawab yang mengikutinya itu sangatlah besar. Bayangkan saja, ada tanggung jawab untuk membesarkan dan mendidik seorang manusia yang dari nggak tahu apa2, nantinya akan jadi tahu banyak hal, dan semua kepribadiannya, pengalaman2 hidupnya, ditentukan oleh tangan kita, yang nantinya dipanggil sebagai orangtua. Apa kita sudah sanggup untuk bisa mendidiknya dengan baik? Sudah sanggup menyingkirkan keegoisan dan meletakkan anak-anak dan keluarga kita diatas segala hal yang tadinya menyenangkan hati kita? Mungkin masih ada yang harus kita pelajari sebelum akhirnya Tuhan memberikan anugerah itu. I don’t know.

Kembali ke masalah ditanya2in terus. Satu hal yang ingin saya katakan adalah, “I will let the world know, whether I’m pregnant or not” so just stop asking, please. Dan seharusnya ini bukan sesuatu yang wajib saya utarakan kemana-mana karena ini menyangkut masalah pribadi saya, tapi kenapa orang2 begitu ingin tahu? Pernahkan Anda yang selalu bertanya ini memikirkan apa yang sebenarnya saya selalu pikirkan dan rasakan? Kalau benar2 mau tahu, begini yang ada di pikiran saya:

  • Am I capable enough to be a parent?
  • Am I having sufficient resources to raise children?
  • Am I able to have children? Or is there something wrong inside my body?
  • Am I going to raise good children or not?
  • Etc

Dan saya sebenarnya adalah orang yang mikirin banget apa kata orang. Makanya suka sebel berlebihan kalo ditanyain terus. Jadi mulai sekarang, sebelum  nanya2 pertanyaan diatas sama orang, pikirin dulu kalau kamu ada di posisi dia. Apa kamu nyaman ditanya terus seperti itu?

Postingan ini murni adalah pendapat saya pribadi. Syukur2 kalo bisa memberkati orang lain. Tapi kalo ada yang tersinggung ya mohon maaf. Mungkin sekarang harus berubah. Jangan nanya2 persoalan gini untuk nyari pembuka obrolan. Mungkin ada hal lain yang lebih positif selain pertanyaan spt ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s