Untuk yang sudah Move On (or still Moving On)


Hellooo!

Ada apa dengan move on? Yap! recently I got Facebook Wedding Invitation from my Ex. lalu keinget, eh, 3 orang mantan udah pada nikah semua loh. yang satu udah punya anak, yang satu istrinya lagi hamil, dan yang satu lagi ngundang untuk dateng ke nikahannya. waw.. setelah dilihat2, udah tua juga ya guee (salah fokus).

Nah, dari melihat2 ke belakang itulah, saya sepenuhnya menyadari bahwa Tuhan yang benar2 tahu apa yang terbaik untuk kita. kalau melihat saya sekarang udah bahagia dengan pasangan hidup saya (my hubbyyyyy) pastinya sangat bersyukur kalau kami dipertemukan setelah melewati berbagai ‘mantan’. saya ingat dulu gimana waktu baru putus. sempat bilang sama Tuhan “kenapa?” padahal sepertinya dia baik untukku, dia ini dan itu. ternyata, pada akhirnya Tuhan mempertemukan aku dengan orang yang sekarang jadi suamiku. sebenernya wajar kalau sedih2 abis putus dan wondering why ke Tuhan. tapi percayalah suatu hari nanti, kamu akan tahu kenapa kamu dipisahkan dengan si mantan.

Yang saya pelajari sejauh ini ya, putus dari mantan membuat kita belajar tentang dengan orang seperti apa kita cocok dan ingin menghabiskan hidup bersamanya. kenapa bisa bilang gini? ini buktinya:

1. mantan nomer 1 => seumuran. emang sih kalo ngobrol nyambung banget, tapi dalam hati bilang kayaknya saya lebih cocok sama orang yang lebih tua, lebih ingin punya pasangan dengan figur yang dewasa dan mengayomi. maka putuslah kami.

2. mantan nomer 2 => otoriter. dia ini figur yang dominan (sangat) dan pushy. memang ada hal2 lain yang bikin tertarik sama dia, tapi belakangan menyadari kalau saya ingin punya pasangan yang bisa menerima pendapat saya, dan nggak hanya harus selalu mengikuti kemauan dia. so we’re broke up in 14th of February tahun 2011

3. mantan nomer 3 => menyerahkan semua ke saya. maksudnya dia ngikutin apa yang saya mau. seneng sih, tapi belakangan sadar kalau saya juga ingin diarahkan, bukan hanya diikutin semua keinginannya. karena banyak hal lain juga, akhirnya putus.

 

sampailah saya ketemu dengan yang sekarang jadi suami. dengan umur yang lebih tua, lebih dewasa, bisa mengarahkan saya ke yang lebih baik dan kadang2 bisa juga nurutin mau saya. see? jodoh itu pasti dikasi yang sesuai dengan kebutuhan kita. saya sadar kalau saya orang yang manja dan kekanakan, makanya butuh figur yang lebih dewasa. saya juga kadang labil dalam mengambil keputusan, makanya Tuhan pertemukan saya dengan orang yang tegas dan bisa mengarahkan. jadi kesimpulannya, dalam setiap peristiwa putus pasti ada pelajaran yang bisa diambil.

 

jadi jangan terlalu sedih2 yah kalo abis putus. cepetlah move on dan ambil pelajaran yang baik dari situ, pasti Tuhan pertemukan kamu dengan jodoh yang terbaik

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s