Pernikahan Adat Batak Toba Part 2: Marhusip


Hello!

The Bride to be is back! And she’s ready for some serious writing🙂

Oke, pas nulis ini udah H-1 bulan, dan daripada ditanyain perasaannya gimana, mending cerita soal marhusip kemarin deh. Di postingan sebelum2nya aku udah pernah ngomongin soal ‘marhori-hor dingding’ ya. nah sekarang next stepnya itu namanya Marhusip.

Marhusip itu apa ya? secara harafiah sih aku gatau artinya apaan, mungkin bisa dibilang ‘lamaran’ kali ya. karena disini pihak laki2 officially bawa ‘hantaran’ ke rumah perempuan. dan hantarannya jangan dikira apaan yah, karena bentuknya adalah satu tampah berisi sangsang (baca: saksang) babi utuh satu ekor.

Hantaran Mar

 

Selain itu pihak laki2 juga bawa soft drink, bir, buah2an, dan sop. sedangkan pihak perempuan  menyediakan makan siang dengan menu batak + ikan mas arsik untuk dibawa pulang pihak laki2.

isinya pertemuan ini apa? Nah, sekali lagi, aku sebagai calon pengantin perempuan nggak boleh keluar kamar (baca:dikurung :p). dalam hati: udah dandan cantik2 masih dikurung aja haha. intinya sih pihak laki2 sama pihak perempuan berembuk soal rencana pesta pernikahan ini. diadakan kapan, dimana dsb. trus seperti acara2 melamar yang lain, pihak laki2 mengutarakan niatnya mau apa datang rame2 kesini. pas diujung acara, pas udah ‘di oke-in’ sama pihak perempuan barulah aku dipanggil keluar kamar. didudukin di sebelah cami. trus parhata (juru bicara) dari masing2 pihak ngasi wejangan2 ke kita. seputar udah mau berumah tangga, sehat2 semua, baik2 semua. kira2 gitu deh (sebenernya lupa gara2 nervous diliatin banyak orang, apalagi pas saat itu ga berani ngeliat mukanya cami, aku bisanya cuma senyum2 ga jelas hahaa). abis itu disuruh salaman. aku salaman ke keluarga cami, dan sebaliknya.

abis itu diambil 1 piring berisi beras sama uang (nominalnya nggak baku ya, tapi yg dipakai kemarin nominal Rp 2000). nah trus masing2 parhata tukeran piring itu, dan masing2 masukkin uang ke kantong lawannya. trus si uang 2000 dibagi2 ke semua yg hadir. namanya ‘ingot-ingot’ yang ga boleh dibelanjain sebelum hari H pernikahan. ibaratnya itu uang penanda kalau nanti 14 Februari ada pesta, sebagai pengingat juga, jadi ga boleh dipake uangnya😀

abis itu udah deh.. setelah ngomong2 dikit (ucapan terima kasih) dari kedua pihak, acara berakhir dan boleh pulanggg.

 

begini penampakannya:

PicsArt_1417853852329[1]

 

next stepnya apa lagi???

tunggu postingan berikutnya yaaa

 

God blesss

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s