Menikah itu mudah?


He? Kata siapa?

Kenapa tiba2 nulis judul begitu? Jadi belakangan orang2 yang komen di blogku (yang kebanyakan usia remaja) kelihatannya sangat serius dan sudah mau mengakhiri masa lajang dan ingin segera menikah. Weitsss, bukannya aku underestimate people in their early 20s yang udah siap nikah ya. Sama sekali nggak. Hanya aku berpikir, di usia semuda itu, yang kadang kala nulis komen aja masih susah dibaca (yang seharusnya ‘nya’ diganti jadi hanya ‘x’ yang bikin aku susah mengerti maksudnya), udah mikirin nikah. Does marriage is that easy?

Dari sudut pandang aku, di usia yang mendekati 30 ini memang banyak temen2 yang udah nikah lebih dulu dari aku. Dan aku sama sekali nggak keberatan dengan itu, karena memang di umur2 segini rata2 cewek2 udah pada nikah. Agak lain persoalannya kalo yang udah ngomongin nikah adalah someone in their first year of college which her BF is still in their own struggle to pay their own rent. I mean, come on. Marriage is not THAT easy!

Meskipun aku pribadi belum nikah, tapi beginilah pernikahan itu dari observasi pribadi:

  1. Dari yang tadinya tinggal sama orangtua, ini itu diingetin orangtua, kalo ada apa2 nelponnya ke orangtua, sekarang harus lapornya ke suami/istri. Yang mana si suami/istri itu adalah orang yang nggak ada hubungan darah sama kita, nggak kenal kita dari lahir, orang yang mungkin baru dikenal 2-3 tahun belakangan. Sekarang harus bertanggung jawabnya ke suami/istri, yang tadinya makan, makan sendiri, sekarang harus mikirin suami udah makan belum dsb. Intinya nggak ada lagi yg ingetin ini itu, semua harus mandiri dan segala sesuatu ditanggung berdua sama suami/istri.
  2. Dalam pernikahan nggak mungkin nggak ada perbedaan pendapat. Nah, kalo lagi kayak gini ga bisa sembarangan curhat kesana kemari bilang ‘suami gw gini gitu’ tapi harus pinter2 mengolah permasalahan dan mencari penyelesaian berdua. Nggak mungkin bawa aib suami/istri ke orang lain kan? Karena harus jaga nama baik pasangan masing2. Itu udah harga mati yang ga bisa ditawar.
  3. Pernikahan sekali seumur hidup. Kalau kata temenku ‘it’s a one way ticket and no return’. Ga bisa udah nikah sebulan, ngerasa ga cocok, trus pisah aja ah, nyari yang lain. Ini bukan pacaran bro! nggak tau kalo pendapat orang lain ya, kalau aku sih berpendapat nggak ada yang namanya perceraian kecuali maut yang memisahkan. Konsekuensi dari komitmen pernikahan adalah you are committed to this man/women until the day of either you or him died. Kamu akan menjaga dia, bertemu dia, ngobrol dengan dia setiap hari sampai salah satu dari kalian dipanggil Tuhan. Tidak ada lagi hari untuk kamu, yang ada adalah hari untuk kita.
  4. Berhubungan dengan keluarga suami/istri. Salah satu yang paling ditakutkan sama pasangan yang akan menikah adalah bagaimana nanti berhubungan dengan keluarga dan orangtua dari pasangan. Banyak yg bilang, konflik terbesar itu ada antara menantu perempuan dengan mertua perempuan. Apapun itu, harus siap dihadapi oleh pasangan yang mau menikah. It takes big guts to do it. Do you dare?

Begitulah gambarannya dari observasi selama ini ya. Makanya yang namanya nikah itu butuh pertimbangan, pemikiran yang matang dan dewasa, dan tentunya kesiapan fisik, mental, dan finansial. Bukan berarti jadi parno dan nggak mau nikah juga ya, tapi dibalik segala kesusahannya, pasti ada berkat yg indah juga dibalik itu semua. Karena Tuhan nggak membiarkan anak2nya sendirian, maka Ia memberikan teman untuk mendampingimu sampai mati nanti.

Please no hurt feelings yah, aku cuma menulis apa yang ada di pikiranku saat ini. Intinya nikmati saja porsi kehidupanmu saat ini. Kalau saatnya single ya bertemanlah yang banyak. Kalau saatnya pacaran dan pengenalan, kenalilah pasanganmu dengan baik, dan pertimbangkan apa ia yang terbaik dari Tuhan atau tidak. Kalau saatnya menikah, berbaktilah dengan keluarga kecilmu.

 

God bless🙂

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s