Perasaan si calon pengantin di H-4 bulan


Semoga nggak bosen baca curhatan calon pengantin, hahaa..

oke, sekarang udah bulan Oktober akhir, mendekati bulan November. Puji Tuhan untuk hari H, vendor2nya udah di DP, meskipun belum semua sih, tapi tinggal 2 vendor lagi yang belum pasti. sekarang tinggal mikirin segala printilan macam baju seragam penerima tamu, undangan, dekor gereja, mau nyanyi lagu apa, dan semacamnya. kalo lagi begini kayanya waktu cepet banget berlalu. perasaan baru hari Senin, eh tiba2 udah Jumat aja.

persiapan yang paling fresh hari ini adalah tadi pagi aku ngetik undangan Marhusip (next stepnya wedding Batak, mungkin nanti setelah acaranya akan aku tulis tentang ini di next post). Di undangan itu semuanya pake bahasa Batak dan yang aku tau cuma nama aku sama cami, trus alamat rumah. Eh, sama Gokhon dohot jou jou deh (= undangan dlm bahasa Batak). Nahh,, setelah undangannya di print, aku baca. yang pertama dibaca adalah nama aku dan cami. lengkap. pake gelar Sarjana pula (ini request dari Mamaku). ngeliat nama kami ditulis berdua gitu rasanya masih nggak percaya. Am I really getting married? Am I really getting married with him? rasanya ngebaca nama berdua itu antara deg2an, nggak percaya, takut, excited, macem2 deh. Tapi satu hal muncul kemudian, rasa syukur pada Tuhan yang sudah menyampaikan aku dan si cami sampai pada tahap kehidupan yang ini. Mungkin dari sejak kecil, aku mengimpi2kan pesta pernikahan seperti kebanyakan anak2 perempuan pada umumnya. Tapi semakin dewasa aku lebih menyadari bahwa esensi pernikahan bukanlah pada pestanya, tapi pada kehidupan bersama seseorang yang sudah mengikat janji di hadapan Tuhan untuk hidup bersamamu sampai ajal menjemput. Pesta hanya satu hari. Baik atau buruk, manusia yang menilai. Tapi hidup dalam pernikahan itu, hanya Tuhan yang bisa menilai.

Minggu lalu, waktu aku ketemu cami, aku tanya sama dia begini:

Dee: “Bang, kamu ngerasa kita masih pacaran nggak?”

Cami: “nggak lah”

Dee: *dalam hati mikir, trus kita ini apaaaa sekarang??*

Cami: “kalau pacaran itu masih malu2, kalau sekarang kan kita udah ada ikatan adatnya, jadi nggak malu2 lagi lah”

Hehee, saking dekatnya sekarang jadi nggak malu2 lagi. Dan sekarang kadang2 dia kalo ketemu aku maunya main2 sama ponakaaann, kalo BBM bilangnya kangen ponakannkuu bukan kangen akuu *cubit abang*

Inti dari tulisan ini apa ya? hehe sebenernya pengen ngungkapin perasaan yang campur2 ini. meskipun ada rasa takut dan kuatir tentang teknis hari H nanti, tapi aku percaya pasti Tuhan bukakan jalan untuk melancarkan semua sesuai kehendakNya.

 

Doain yah semuanya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s