Tata cara menghadiri pesta Batak (Guidance for attending traditional Batak wedding party)


Haloo,

Saat ini aku mau bahas tentang tata cara datang ke pesta pernikahan Batak buat temen2 yang dari suku bukan Batak yang mungkin belum pernah datang ke pesta adat Batak sebelumnya.

Sebenernya pesta adat Batak itu diperuntukkan untuk undangan adat (yaitu undangan untuk sesama orang Batak, yg ada hubungan dengan marga yg sedang menikah ini). Tapi karena di kota besar seperti Jakarta banyak pasangan Batak yg punya relasi dan rekan kerja bukan orang Batak, maka undangan nasional pun dimasukkan dalam pesta adat Batak (sebenernya untuk menghemat juga, jadi tidak mengadakan resepsi lagi)

Oke, sewaktu masuk ke gedung pernikahan adat Batak (biasanya ada gedung sendiri, berbeda dengan gedung resepsi biasa), kamu akan lihat 3 meja penerima tamu. 1 meja ada tulisan ‘paranak’, 1 meja ada tulisan ‘parboru’, dan 1 lagi biasanya untuk undangan nasional.
Paranak adalah undangan adat untuk pihak laki2. Jadi yg datang ini adalah yg ada hubungan keluarga dengan mempelai pria nya. Sedangkan parboru untuk pihak perempuan.
Nahh, kalau untuk rekan kerja pengantin atau bukan undangan adat (disebut undangan nasional) harusnya mendatangi meja yg ketiga. Dan untuk undangan nasional ini disediakan makanan yg berbeda dengan undangan adat. Makanan untuk undangan nasional adalah makanan halal.

Biasanya pesta adat Batak itu dimulai dari jam 12 siang. Setelah pengantin masuk, akan ada pihak keluarga yg terlihat menari2 sambil bawa makanan (beras atau ikan) di sepanjang jalan masuk sampai ke depan pelaminan. Setelah itu pihak keluarga kedua belah pihak (dengan juru bicara masing2) akan saling berbicara menggunakan bahasa Batak. Dan pesta pun berlangsung sampai sore.

Untuk teman2 yang datang terlambat atau datang saat keluarga 2 pihak lagi bicara2, jangan ragu untuk datang ke pelaminan untuk salaman dengan pengantin dan keluarga yah. Soalnya memang si pengantin saat acara itu sangat available untuk salaman dan foto2. Istilahnya kalau pesta adat itu yg sibuk keluarga, pengantinnya tinggal duduk manis saja 😄

Nahhh, untuk pemberian ‘salam tempel’ bisa diberikan di kotak waktu isi buku tamu undangan nasional, atau langsung ke pengantin dan keluarga waktu salaman.

Segitu dulu dari aku, karena pengetahuan masih terbatas hehe. Please share kalo ada yang mau nambahin ya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s