My feelings lately (about the wedding)


Halooo,

Sebelum lanjut membaca, lebih baik saya kasih tau dulu kalau tulisan yang akan kamu baca berikut ini adalah murni curahan hati saya. bukan sarana promosi. bukan gara2 kepengen eksis di dunia hiburan (?). bukan. cuma memang saya ini orang yang lebih bisa mengungkapkan perasaan lewat tulisan daripada curhat ngomong panjang kali lebar sama dengan luas (??). jadi kalau nggak mau liat saya curhat2 ria, just go back to the previous page before you click this page.

Jadi, saat saya menulis ini, udah bulan 7 akhir. dimana rencananya kalau Tuhan mengijinkan, saya akan menikah di bulan 2 tahun depan. sejauh ini belum persiapan banyak2, dan belum heboh2 ngurusin badan seperti calon pengantin wanita dimana2. i consider myself an exception, karena… saya merasa di bulan2 menjelang hari H itu ujian saya banyak sekali. di post saya yang sebelumnya (tentang kalo udah mau nikah banyak cobaannya disini  https://diankristianhutagalung.wordpress.com/2014/04/23/kalo-udah-mau-nikah-banyak-cobaannya/ ) saya jabarin ujiannya apa2 aja. dan tambahan lagi, sebulan setelah mamanya pergi, abangnya yang paling besar pun pergi ke Surga.

mau nggak mau saya jadi bertanya, Tuhan dimana? kenapa saya seperti diberikan cobaan2 yang berat disaat saya berkomitmen dengan pria ini untuk membangun rumah tangga? apa Tuhan nggak berkenan dengan hubungan ini? atau bagaimana?

mengenai hal ini saya dapat banyak penghiburan dan kekuatan dari keluarga saya. sebenarnya saya pun sudah bisa menerima keadaan ini, setiap cobaan ini saya terima dengan satu pengharapan, bahwa apa yang kami (saya dan dia) dapatkan dengan tidak mudah, akan tidak mudah pula untuk hilang dan dilepaskan. tapi bukan itu saja yang jadi pikiran saya. hal yang paling sulit adalah bagaimana membuat dia semangat kembali. kehilangan mama saja sudah berat, apalagi kehilangan abang juga dalam waktu sebulan. sudah sempat saya lihat dia tersenyum walau sedikit, tapi akhirnya harus melihat dia berlinang air mata kembali. orang yang berada di luar mungkin bisa mengucapkan kata2 penghiburan, tapi justru yang paling sulit adalah bagaimana setiap hari membangun semangatnya kembali, mengingatkan dia kembali bahwa kehidupan terus berjalan dan masih ada saya disini.

kadang ditengah2 semua ini saya ingin bilang bahwa bukan cuma kamu saja yang sedih. sayapun sedih lihat kamu begitu. begitu nggak bersemangat, begitu terus2an menangis. apakah kamu memikirkan bagaimana kesedihan saya saat ini?

yahh, pada akhirnya yang bisa saya lakukan hanya berserah kepada Tuhan. dan hal terbaik yang saya bisa lakukan untuk pasangan saya adalah mendoakannya. karena sampai saat ini kami masih terpisah jarak.

tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, itu satu hal yang saya pegang teguh.

sempat juga berpikir, kenapa Tuhan nggak ngijinin saya menjalani hari2 menjelang pernikahan seperti kebanyakan pasangan pada umumnya. pergi ke wedding expo, pilih2 bahan untuk mertua, pilih2 souvenir berdua. mungkin nanti ada waktunya saya mengalami hal2 ini (kecuali tentang mertua, karena calon mertua saya dua2nya sudah tidak ada😦 ), tapi di hati kecil saya kebahagiannya nggak akan sama lagi. karena masih terpikir dengan cobaan2 ini.

 

hmm…

harus kuat.. harus kuat..

Tuhan pegang tangan saya..

*kemudian hening*

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s