Long Distance Relationship, does he worth the wait?


Good morning!

Pagi ini ingin membahas tentang sebuah hubungan dimana keadaannya paling membuat galau dibandingkan dengan hubungan2 yg biasa. LDR, Long Distance Relationship alias hubungan jarak jauh. Kenapa paling banyak bikin galau? karena jarak yang jauh membatasi kita untuk menjalin komunikasi sama pasangan. misalnya nggak bisa sering2 ketemu untuk catch up the day. nggak bisa sering2 telponan (misalnya kalau beda negara, beda waktu juga, di jam dia tidur, kita baru mau berangkat kerja). karena banyak informasi yg kita nggak bisa akses ke dia itulah yg bikin galau. apalagi kalau dari semaleman ditungguin kabarnya nggak ada juga. kadang kuatir dia kenapa2, taunya malah lagi tidur enak. huff..

frekuensi ketemu yang jarang itu juga bikin kita (cewek) nggak bisa banyak melakukan hal2 yg mestinya dilakukan berdua. misalnya nggak ada yg jemput pulang kerja/kuliah, nggak ada yg nemenin pergi ke kawinan temen, dsb. sering keliatan sendirian sampe disangka jomblo, padahal udah punya pasangan. hiiks.

sampai akhirnya kita (cewek) pun berpikir. apakah benar2 hubungan ini bisa dilanjutkan terus? sampai kapan? dan tibalah para cewek dalam satu keadaan dimana kami berpikir ulang, apakah dia pantas ditunggu?

based on my own story, these are the reason why i think he worth the wait:

1. he brings out the best in you

berdasarkan apa yang aku alami sendiri, pasangan harus bisa membuat pasangannya melakukan dan mengeluarkan yg terbaik dari dirinya. misalnya saja selama 2 tahun belakangan ini aku merasakan perkembangan yg amat besar dalam diriku pribadi sejak dia ada dalam hidupku. dia membuat aku jadi lebih care sama lingkungan sekitar, nggak mikirin diri sendiri melulu. dia ngajarin aku bersosialisasi. dia ngajarin aku nilai2 yang penting dalam hidup. dan yang paling penting dia encourage aku untuk jadi lebih maju dari yang sekarang. baik dalam hal kerjaan, atau kualitas2 lain yg dia pikir aku harus keluarkan.

2. he’s still with you in the good and the bad, even the worst part of your life

aku pernah merasakan bagaimana rasanya, saat sedang berada dalam palung kehidupan yg paling dalam, and no one there to lift me up (except God). Even saat itu aku punya pasangan, tapi dia sama sekali nggak be there for me. dan akhirnya aku tahu kalau bukan dia orangnya. dan Puji Tuhan saat ini pasanganku bersedia ada di sampingku dalam waktu2 apapun, suka duka dilewati bersama, dan begitu pula sebaliknya.

3. he accept you (and your family) just the way you are

dia tahu tentang kamu dan keluargamu baik dan buruknya. dan tetap mau menerima hal itu. tanpa berusaha mengubah apapun, dia menerima. hanya menerima.

4. he told you that everything he would done from now on was for your sake

sekali dia sudah mengatakan bahwa yang dia lakukan sekarang sementara berjauhan dengan kamu adalah untuk kebaikan kamu dan dia juga nantinya, berarti kita harus sabar dan menerima everything that follows. yang penting kita tahu dia kerja nun jauh disana untuk apa, jadi kita harus mau setia menanti dia pulang🙂

hmm.. easier said than done ya, tapi coba diterapkan dulu.

Have a good day😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s