Hati-hati untuk perempuan, jangan terlalu mudah terbawa perasaan!


Yap

Beberapa hari belakangan ini, ranah infotainment indonesia lagi dipenuhi oleh berita penyanyi dangdut yang batal nikah setelah tunangan besar2an di hotel mewah. masalahnya karena baru ketahuan belakangan kalo ternyata si calon suami masih punya istri dan anak. ehm.. kok bisa baru ketahuan sekarang yah?

menurutku pribadi, ini bisa jadi disebabkan karena cewek2 yang terlalu sering kebawa perasaan. memang komponen utama dari kita sebagai perempuan itu adalah emosi. emosi ini yang membuat kita perhatian, penuh kasih sayang sama orang lain. emosi ini juga yang kadang2 bikin kita marah2 nggak jelas pas lagi PMS. dan emosi ini juga yang bikin kita jatuh di jebakan orang2 tidak bertanggung jawab.

wanita mana yang tidak suka mendengar kata2 manis? apalagi kata2 penuh cinta dan harapan akan masa depan yang indah bersama pasangan yang dicintai. memang kita seneng banget rasanya kalau mendengar yg indah2 dari mulut pasangan kita. kita senang disanjung, dipuja, dan dijanjikan hal2 yang manis2. 

but STOP right here! setelah dia ngomongin hal yang manis2 itu, jangan lupa cek kebenarannya. setelah dia bicara seperti itu realisasinya apa? dont rely too much on your feeling, use your brain too, ladies.

Seperti pengalamanku dengan beberapa pria yang ternyata tidak serius dengan apa yang dia katakan, cirinya2 yaitu:

1. Tidak memperkenalkanku dengan keluarga atau teman dekatnya

   it’s a big sign kalau dia belum memperkenalkan kamu sama keluarganya, apalagi kalau sudah berhubungan lebih dari 3 bulan. alasannya macem2. tapi kalau misalnya orangtuanya tinggal di luar kota atau pulau, masalahnya lain yah. yang penting dia niat dan berusaha untuk ngenalin kamu ke orangtuanya. dan kalau sudah dikenalin ke keluarganya, perhatikan dia ngenalin kamu sebagai apanya. jangan sampai dia memperkenalkan kamu sebagai “pacar saya saat ini”

2. tidak mau terbuka dengan apa yg dia kerjakan

sudah sepantasnya setiap pasangan mengetahui apa yg menjadi pekerjaan/mata pencaharian pasangannya. kalau dia kerja di kantor bagian apa, tugasnya apa aja. seharusnya kita tahu. dan kamu harus curiga kalau kita tanya ke dia pekerjaannya apa dan dia tidak mau menjawab. nggak harus tau detail dia tiap hari kerjain apa sih, yang penting tau garis besarnya. misalnya: kerja di perusahaan telekomunikasi, bagian sales head, tugas mengawasi penjualan cabangnya.

3. selalu mengalihkan pembicaraan kalau menyangkut masa depan

kamu ingat dia pernah bicara yg manis2 tentang masa depan kalian nanti. tapi setelah beberapa waktu kamu tanya lagi tentang hal itu, dia ngelak. ngalihin topik pembicaraan. kalau dia serius, pasti dia akan bilang rencana apa yang dia punya sama kamu. dan rencananya itu disertai dengan langkah2 konkret. bukan cuma membual bilang pengen ini dan itu. dari sini kamu harus terus memantau apakah kamu tetap ada dalam rencana masa depan dia atau dia malah merencanakan masa depannya sendirian, tanpa kamu

 

what i’m going to say is, jangan terlalu lama merasa berbunga2 kalau dia bicara yang manis2. get back to reality dan lihat progress dia, apakah benar2 merealisasikan apa yang dibicarakan. dont forget to use your head🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s