Pacaran dengan cowok Batak? Sebuah perspektif dari cewek Batak yang lahir di Jakarta


okay, seperti kalimat pertama di judul postingan kali ini, ada yang lagi pacaran dengan cowok Batak? khususnya buat cewek2 yg bukan dari suku Batak yah. kenapa tiba2 pengen bahas tentang ini? karena saat ini ada dua orang teman perempuan saya yang punya pacar orang Batak, dan mereka bukan berasal dari suku Batak. ini terjadi dalam waktu yang bersamaan sehingga aku berpikir, apa yah yang menyebabkan dua orang teman saya ini tertarik pada cowok Batak?

Kalau dari aku sendiri sih (yang memang orang Batak dan dari dulu selalu tertarik pada cowok Batak juga) menganggap ketertarikan dengan cowok Batak adalah hal yang wajar, karena prinsip similarities yg aku miliki (kesamaan suku). nantinya aku berpikir juga akan lebih mudah menuju jenjang pernikahan karena berasal dari suku yang sama. Another thing tentang cowok Batak: mereka dikenal dengan sifatnya yang blak2an, apa adanya, dan bertanggung jawab. Em.. meskipun nggak semua cowok Batak punya sifat ini juga sih, tapi sifat kebanyakannya begini. Apa itu juga yang dilihat teman2 saya yang bukan dari suku Batak kepada pacar2nya yang orang Batak?

Okay, jadi, cowok Batak itu menarik. lalu ke depannya seperti apa? dari teman2 aku ini ternyata mereka punya concern tentang langkah selanjutnya. Pernikahan. Jujur aja, pernikahan adat Batak itu adalah yang paling ribet dari suku2 manapun di Indonesia (menurut aku yah). Untuk bisa menikah dengan adat Batak, kedua belah pihak pengantin harus punya marga/boru Batak. Nah, kalau bukan berasal dari suku Batak, harus dikasih marga/boru dulu. dan itu pakai upacara adat yg lumayan menguras kantong. setelah itu baru bisa nikah secara adat Batak yang biayanya juga emm.. lumayan lah.

Hal ini yang menjadi concern teman2ku. bukan hanya masalah biaya yang lumayan (kalau dibandingkan dengan menggelar resepsi secara internasional saja), juga masalah persetujuan keluarga. Apakah keluarga yg bukan dari Batak setuju anaknya “diambil” jadi suku Batak? dari pihak sebaliknya, apakah si keluarga Batak mengijinkan anaknya menikah dengan bukan suku Batak? memang suku Batak dikenal dengan kekeluargaannya yang begitu lekat. mau ketemu suku Batak dimana pun di belahan dunia ini pasti dianggap saudara sendiri meskipun belum kenal. Jadi belum tentu keluarga kedua belah pihak setuju dengan hubungan kedua insan ini (ciehh..)

Jalan tengahnya, bagaimana kalau tidak usah menikah secara adat? jadi hanya resepsi biasa saja. budgetnya mencukupi, tidak ada salah satu pihak yg harus meninggalkan sukunya sendiri, dan lebih mudah dilaksanakan. Kebanyakan keluarga Batak akan menolak opsi ini. Tapi ada juga sih yang sepenuhnya menyerahkan pada si anak dan pasangannya, mau melakukan prosesi pernikahan yg seperti apa. Tapi, the big question is, kenapa sih orangtua Batak maunya anaknya menikah dengan adat Batak juga?

Aku ini anak dari keluarga Batak yg lahir di Jakarta dan dibesarkan dengan budaya Jakarta. Dari kecil nggak pernah diajak ke acara2 Batak, nggak diajarin ngomong bahasa Batak juga. Tapi semakin besar, kakak2ku menikah dengan sesama suku Batak. pake adat pula. mau nggak mau belajar sendiri tentang pernikahan adat Batak ini. Dan memang, kalau pernikahan adat Batak itu, yang nikah bukan cuma pengantinnya, tapi dua keluarga besar dari marga masing2. dalam hal ini, bukan hanya keluarga kandung, tapi juga orang2 lain yang punya marga/boru sama dengan kita. it means a lot of people! makanya budget pesta pernikahan Batak sangat tinggi, karena selain ramai orangnya, juga pestanya seharian! gedungnya dipesan utk acara pesta dari siang sampe sore, kadang malem. dan sebenarnya yg pesta itu bukan pengantinnya, karena si pengantin cuma duduk manis di pelaminan, tapi kedua pihak keluarga yg berpesta. menari2 di bawah panggung, ngobrol2 dengan bahasa batak membicarakan dua pihak yg menikah ini.

jadi kenapaaa harus pakai adat Batak? kalau menurut mamaku sih, pernikahan adat Batak itu lebih berkesan daripada sekedar resepsi 2 jam. kita bisa lihat sekumpulan orang Batak rela duduk berjam2 di pesta kita, menari2, bahkan ngasih ulos. meskipun mereka dikasih amplop juga, tapi nilainya nggak seberapa kok sama ulos yg mereka kasih (atau beras, atau ikan). selain itu juga, kalau kita udah nikah secara adat, kita akan diakui di marganya. misalnya aku boru hutagalung, nikah sama marga panjaitan (AMIN!), setalh nikah adat, aku diakui di pihak panjaitan. kalau ada acara2 adat lain diundang sbg Ny. Panjaitan. dan kalau aku punya acara, misalnya acara baptis anak, atau ada anggota keluarga yg meninggal, pihak dari marga Panjaitan (juga pihak Hutagalung) dengan senang hati membantu. tanpa dibayar. itulah kekeluargaan kami orang Batak ini. saudara sampai mati, itu kali ya slogannya🙂

Meskipun aku blm nikah yah, tapi kalau dateng2 ke arisan Hutagalung (yang kebanyakan anak muda MALES BERAT untuk ikutan) berasa banget kekeluargaannya. meskipun aku ga kenal siapa amang/inang itu, tapi aku selalu disambut hangat kalau dateng. bahkan ada 1 orang ompung yang suaminya marga Hutagalung. nggak kenal2 amat sama aku. tapi krn sering liat aku dateng arisan tiba2 duduk di sebelahku ngomong “kapan rencananya? cepat2 lah, ompung mau liat kau nikah” aku terharu aja. karena ompungku yg kandung udah lama nggak ada. jadi ompungku nggak pernah ngomong kaya gitu. ada juga Amangtua dan Inangtua yg udah aku anggap kayak mama papa sendiri di punguan Hutagalung. senang karena punya keluarga lain selain keluarga kandung.

em.. jadi solusinya untuk yg pacaran sama cowok Batak tapi bukan dari suku Batak apa? berdoalah, dan minta jalan yang terbaik dari Tuhan. mungkin awalnya sulit untuk masuk ke keluarga Batak, dengan segala kebiasaan2nya, tapi i have to say that it was worth it.

God bless..

63 thoughts on “Pacaran dengan cowok Batak? Sebuah perspektif dari cewek Batak yang lahir di Jakarta

  1. Tertarik dengan artikel ini, berharap aku bisa banyak bertanya dari kamu dalam hal ini..
    so saat ini aku pun menjalin hubungan dengan orang batak bermarga sirega dan aku sendiri dari sumatera selatan..
    hubungan kami saat ini 1 tahun 20 hari, masi terbilang baru memang.
    satu hal yang dirasakan dari dia adalah cuek tapi juga peduli, seperti artikel kamu tentang cowo cuek mungkin pacarku cuek juga tapi gak se cuek yg ada di cerita kamu
    apa mungkin semua karakter pria batak seperti itu, cuek, gengsi untuk menunjukan perasaan nya…

    • Haii, boleh kok tanya2 apa aja disini🙂

      kalo masalah cuek dan gengsi tergantung orangnya juga sih, nggak bisa menyamaratakan semua pria Batak begitu. tapi rata2 memang pria Batak itu punya karakter dan kemauan yg keras, dan akan berusaha apa saja agar dia mendapatkan apa yg dia inginkan. mungkin pacar kamu lagi merintis usaha/pekerjaan/kuliah yg dia pengenin banget, sampe2 dia nyuekin kamu sedikit. pria seperti ini butuh pasangan yg mengerti, yg mendukung dia dalam semua pekerjaan dan kegiatan dia sehari2. kalau kamu bilang dia nggak secuek mantanku berarti masih dalam batas normal cueknya dong. tinggal kamunya aja gimana yang sabar ngadepin dia.

  2. hahahaha, begitukah cowok batak ??? klw q marga Manurung, cowok pastinya, klw di hometown saya, di wilayah batak, yaitu pematangsiantar, cowok batak itu gk cuek, peduli sih iya, yang cwek yg ganas, di luar kya princess, klw di keluarga ( rumah ) singa lapar ja gk brni lwan😀😀
    Fridolin Manurung ^^

    • nah, memang tdk bisa disamaratakan semua cowok Batak itu cuek atau tidak cuek, balik ke pribadi masing2 ya. begitu juga dengan yg cewek, ga semua cewek batak galak loh. pinter2 aja nyarinya yang cantik luar dalem😀

  3. dian, dengan menggunakan adat batak artinya menghilangkan asal usul pasangan yang berasal dari suku lain. padahal pihak perempuan juga punya keluarga besar yang harus dihargai. kalau di dalam keluarga saya, tidak ada yang beli marga untuk menikah, jadi dalam undanganpun misalnya Kristian. Panjaitan/Dian Br. Jawa, atau Rudi Hutagalung/Rinjani Br. Aceh. jadi asal usulnya tetap. kenapa jika tidak pakai adat, salahnya dimana, bukankah tujuan menikah adalah untuk sah dimata Tuhan & tidak berzinah. Selesai melakukan pemberkatan itulah inti dari menikah, bukan adat 6 s/d 7 jam di wisma, bukan itu inti pernikahan. adat menurut saya hanya identitas seperti KTP, sedangkan Acara Gereja pemberkatan adalah tubuh dari pernikahan itu. saya juga memprotes sistem mahar yang sangat tinggi, juga besarnya biaya untuk menyelenggarakan pesta adat pernikahan batak, saya pikir itu tidak masuk akal sampai berutang hanya untuk satu hari habis semua. harusnya yang mengerti agama, khususnya agama kristen, tolonglah belajar Alkitab, apakah pernikahan itu jual beli. apakah perempuan itu dijual atau dibeli. saya sangat heran kenapa tidak belajar Alkitab dengan baik & benar, itulah kenapa saya nomor duakan adat, terserah orang mau bilang apa, tapi menurut saya adat berbeda dengan agama, kenapa ? ketika seorang perempuan tidak membeli marga, maka secara adat laki-laki suaminya itu dianggap belum menikah. padahal secara agama & negara pun mengakui. Menurut saya, saya lebih percaya kepada Tuhan saya daripada adat. membeli marga bukannya murah, harus buat pesta meminta marga, juga mengundang penatua-penatua yang berpengaruh dari marga itu, juga harus menunjuk orangtua marga yang bersedia menerima jadi borunya. itu kan namanya beli marga. kebetulan pacar saya dari suku bukan batak dari suku aceh, nanti sayang hanya akan mengadakan resepsi saja tanpa adat. menurut saya Tuhan itu segalanya, walaupun adat itu juga penting tapi ketika agama & adat itu bertentangan maka dengan senang hati saya akan memilih agama sebagai pegangan hidup. menikah dengan laki-laki batak bukan artinya harus jadi batak, no no no karena perempuan bukan batak ditakdirkan lahir dari sukunya, begitu naifnya ketika identitasnya harus hilang karena pernikahan. Semoga orang batak bisa belajar, Agama & Tuhan Yesus Number One & Adat tidak boleh lebih tinggi dari ajaran agama. Horas^^

    • Oke,

      disini saya tdk menganjurkan sesuatu ya (either itu menikah dengan adat batak atau tidak). saya hanya mengungkapkan pendapat saya sebagai cewek batak yg lahir dan besar di Jakarta. sah-sah saja berpendapat. tapi pada akhirnya mana pilihan yg dipilih masing2 individu boleh berbeda2 sesuai kepercayaannya kan?

  4. salam..
    sy bukan boru batak, sementara lelaki batak dg marga silitonga. ia anak lelaki terakhir, jemaat yg taat, begitupun keluarganya.

    sy cina jawa, namun tak pernah jadi kendala untuk dinikahi suku apa pun..

    pertanyaannya,
    apa kami bisa bersama?
    sy bukan protestan dan ingin menjadi bagian dari kalian (keinginan dari kanak2)

    trimakasi sekali jawabannya..
    God bless..

    • kalau ditanya kalian bisa bersama atau tidak, tergantung masing2 yah,
      kalau memang kalian berdua sudah merasa mantap dengan pilihan masing2, silakan saja dijalani
      semua keputusan yang diambil haruslah keputusan yang konsekuensinya bisa kalian tanggung bersama2,

      kalau pacarmu tidak ingin nikah adat, silakan
      kalau kamu mau diberi boru pun silakan,
      sebenarnya ini lebih ke pilihan masing2 orang saja sih🙂

      • hmm..
        jadi begini,
        ia sangat private kalau bicara hati dan pemalu hanya pada sy.
        kami berpacaran saat smp dan terpisah saat sma (ia sma di kupang)

        saat ia kembali sy dekat dg kakak kelas sy dan membuatnya berpikir itu kekasih sy. ia pun lost contact dg sy dan setahun kemudian pacaran dg teman kuliahnya.

        10 tahun berlalu, sy tiba2 memimpikannya, lalu menelfon rumahnya, dan bertemu beberapa kali.

        ia yg sedang pacaran 10 th itupun putus begitu saja, dan masih menunjukkan perhatian ke sy. mengajak sy je gerejanya, mengenalkan pada teman gereja, teman rumah bahkan ortunya pun sudah pernah melihat kita jalan bersama.

        namun saat ini, kami berdua tidak berani utk menyatakan secara terbuka perasaan kami.

        mungkin ia masih fokus di kerja dan kegiatan gereja. ditambah lg pengalaman 10th dg mantannya yg muslim ‘aliran’ membuatnya enggan utk membicarakan masa depan.

        pertanyaan sy,
        mohon beri saran yaa, hehe,
        apa memungkinkan (menurut aturan batak toba) bila sy menjadi bagian dari mereka/batak. karena ia anak lelaki terakhir dan katanya membawa marga keluarganya.

        ia lahir 2 mei 1987
        sy 19 okt 1987

        huhuhu..
        sy sedih sekali dg kondisi yg tidak jelas ini.. sebab sy juga tidak suka memaksa org (apalagi utk berkomitmen) sementara kami berdua tau, kami saling sayang sedari dulu.

      • Kalo menurut saya sih, selama dia masih punya trauma masa lalu, hubungan kalian nggak akan maju maju. Dan secara umur, kamu pasti udah mau nikah kan? sedangkan kalau umur dia sbg lakilaki msh tergolong muda untuk menikah. Kalau kamu masih mau tetap berharap sama dia ya silakan saja, selama kamu mau sabar menunggu sampai entah kapan.

        Menurut saya, lakilaki yang baik adalah lakilaki yang bertanggung jawab. Baik dgn oranglain atau dengan dirinya sendiri. Tandanya dia bertanggung jwb dgn dirinya adalah dia bersedia dengan terbuka mengungkapkan perasaannya sendiri. Mungkin km bilang dia pemalu, tapi ada satu titik dlm hidup seorang lakilaki dimana dia harus berani mengambil keputusan. Dan tanda lain dia bertanggung jawab sama kamu adalah dengan nggak ngegantungin hub kalian.

        Kalau masalah suku, nggak masalah dari manapun km berasal, kalau memang mau diangkat jadi boru batak pasti bisa. Masalahnya hanya di kamu dan dia. Mau menikah secara adat batak atau tidak.

        Menurut saya lebih baik diomongin secara terbuka saja masalah kalian ini. Krn sudah samasama dewasa kan. Lebih baik sakit hari ini, daripada menyimpan perasaan terus sampai nggak tau kapan. Sayang waktu yg terbuang kalau harus merasa nggak jelas terus. Life must go on.

  5. salam kenal..
    tulisannya menarik..🙂 Sy wanita Sangir Talaud, dan klo Tuhan ngijinin, thn dpn akan menikah dgn pria batak. Sy memang sangat tertarik dgn budaya batak. Awalnya sy mengetahui bahwa persentase perceraian paling kecil adalah di orang batak, itu membuat sy meminta Tuhan memberi saya suami orang batak. puji Tuhan. We are planning anything for our wedding. Nggak sabar menunggu saat sy akan menjalani proses adat, dikasih boru, mangulosi. Amazing!!

  6. Baru nemu blog ini😄 Gara-garanya sekarang lagi di-pdkt-in sama cowok Batak yang seiman, jarak jauh lagi (oiya gw chinese). And memang bener si dia ini orangnya blak-blakan (sampe pertama kali ditelpon kaget soalnya udah langsung ngomong kalo dia kenalan / penjajakan bukan buat cari pacar tapi cari istri) hehehe… trus semangat berjuangnya tinggi. Masih gatau si ke depannya gimana, ya dijalani aja dulu lah saling kenal…

  7. Haii dian🙂 seneng banget baca blog kamu. Salam kenal ya. Nama aku audra, aku terlahir dari suku jawa dan terlahir secara islam. Dua tahun yg lalu aku bertemu seorang pria batak yang akirnya skr menjadi pacar aku. Jujur ini adalah pertama kali nya aku pacaran sampe 2 tahun, dengan lelaki batak pula dan dia beragama kristen protestan. Ini adalah pengalaman pertama ku menjalani hubungan dengan seorang lelaki yg benar2 memiliki tanggung jawab tinggi. Thats why aku bertahan sama dia hingga detik ini, meskipun banyak sekali goncangan dan halangan yg kami lalui. Salah satu nya, masing2 keluarga kami sangat tidak menyetujui hubungan ini. Apalagi pacar aku itu adalah anak lelaki bungsu di keluarga nya, dan dia bermarga Sinambela. Maka tentu ibu nya menginginkan anak nya menikahi wanita batak, khususnya wanita yg bermarga pasaribu. Karena mengikuti sejarah opung nya yang seorang Raja sinambela juga menikahi boru pasaribu. Jujur hal ini membuat ku takut dan tak percaya diri, tapi rasa ego dan cinta ku sama dia membuat ku tetap teguh dan bertahan dalam menjalani hub ini. Dan lagi, pacar ku itu orang yg bertanggung jawab, karena dia berjanji sama aku kalau dia akan tetap mempertanggung jawabkan hub kami hingga ke pernikahan. Itu juga salah satu faktor yg membuat ku bertahan dan makin tak bisa lepas dari dia. Kami berencana untuk menikah akhir tahun ini dian, tapi aku bingung karena sampe detik ini aku tak bisa mendapatkan hati ibu nya. Padahal aku sudah bersedia untuk masuk agama mereka yaitu kristen, tapi tetap saja ibu nya tidak menerima aku. Karena ibu nya tetap menginginkan menantu dari suku batak juga.

    Sedangkan mamah ku, dia seorang wanita yg baik dan sayang sama aku. Mamah ku sudah pasrah dan akan men-support apapapun keputusan ku, terutama keputusan utk pindah agama dan menikah dengan pacarku. Dan mamah ku pun bersikap baik, welcome dengan pacar ku. Kecuali papah ku, papah ku tidak setuju dan tidak merestui hub ini.

    Dian, aku pengen minta saran dari kamu. Aku harus gimana agar bs mendapatkan hati ibu nya, dan aku pengen tau tips dan saran untuk menikah dengan lelaki batak. Apa saja yg harus lakukan, dan apa saja yg harus aku persiapkan. Aku takut tak bisa berbaur dengan keluarga batak😦

    Aku harap kamu bisa bales secepatnya🙂 salam kenal dian🙂

    • Hayyy,, senang berkenalan denganmu yahh.

      Sebenernya kalau anak laki2 batak mengambil pasangan yang bukan batak bisa saja pasangannya itu mengambil boru batak. Nantinya kamu akan dikasih nama belakang dari suku batak dan kalian bisa saja menikah secara adat batak.

      Kalau masalah mengambil hati ibunya, yang bisa kamu lakukan adalah bersikap tulus dan apa adanya. Kalau kamu sayang sama pacarmu, pasti kamu juga sayang sama mamanya. Dan kamu tunjukkan kalau kamu benar2 sayang sama mamanya, bukan hanya sama pacarmu. Sebenernya kepercayaan itu ga bisa muncul dalam waktu singkat, tapi butuh proses dan waktu.

      Langkah2 praktis yang bisa kamu lakukan adalah bersikap sopan di dpn orangtuanya. Panggil mamanya dengan sebutan ‘inang’ artinya ibu. Belajar banyak tentang budaya batak, dan sesekali bawakan makanan kesukaan keluarga pacarmu. Mungkin bisa membantu🙂

    • buat audra, aku nambahin dikit ya.
      menurut aku alasan kenapa ibunya cwok kamu sulit menerima kamu karna alasan perbedaan terlebih karena ada filosofi sebagian besar orang batak yang beranggapan bahwa menikah dengan non batak adalah bisa dikategorikan suatu hal yang kurang baik dan kurang etis.
      ada 2 istilah perempuan dalam khdupan org batak:
      1. Boruni Raja (anak perempuan Batak asli)
      2. Boru SIleban (anak perempuan diluar suku Batak, perbedaan agama juga bisa kategori ini)

      posisi kamu berada di nomor 2 yaitu boru sileban, kebanyakan atau bisa dipastikan hampir semua orang batak apabila dapat calon menantu tipe seperti ini bakalan dibully habis-habisan di lingkungan adat maupun pergaulan sehari-hari.
      untuk menghindari alasan tersebut diatas maka orang tua batak sangat mengharamkan anaknya untuk kawin dengan non batak. meskipun ada sebagian kecil yang sudah bisa menerima, mugnkin karena sudah terlanjur kali ya. hehe

      saran aku supaya kamu bisa diterima di keluarga batak adalah dengan cara berpindah type dari boru sileban ke boruni raja. loh kok bisa? gmn caranya?
      nah, sedikit kita bahas bagaimana boruni raja dalam kehidupannya sehari-hari(dominan ke sifat sih).
      seorang boruni raja harus hidup sesuai dengan adat-istiadat orang batak. atau istilah korea nya Dalihan Natolu.
      apa itu Dalihan Natolu?
      1. manat mardongan tubu (harus hati-hati dan saling menghargai sesama yang satu marga)
      2. elek marboru (harus mengalah dan rendah hati kepada anak perempuan)
      3. somba marhula-hula (harus hormat kepada mertua atau pihak besan)
      apabila kamu bisa melakukan itu semua niscaya kamu akan diterima di keluarga batak.
      mungkin supaya lebih dimengerti bisa nanya pacar kamu. biasanya kalau orang yang kita cintai menjelaslkan sesuatu akan lebih gampang masuk ke otak daripada orang yang tidak kita kenal sama sekali.
      kira-kira begitu sodara…
      semoga bermanfaat..

      horas..

  8. Hai, saya boru Jawa. Saya punya kk perempuan yg menikah dengan pria batak. Dari sebelum menikah, menikah dan sesudah menikah, kk saya mengikuti semua peradatan batak (termasuk membeli marga). Sekarang, dia pun ikut dalam perkumpulan2 orang batak (entah apalah namanya). Namun demikian, masih saja dia di bully oleh orang2 diperkumpulan itu, juga oleh keluarga suaminya dan mertuanya. Sudah banyak pengorbanan yg dilakukannya, tapi semua sia2. Dia tetap tertolak, karena dia bukan boru batak asli. Lalu, saya pun berjanji tidak akan mau menikah dengan pria batak.
    Namun sepertinya saya kemakan omongan sendiri, saat ini pacar saya orang batak, yg sangat memegang teguh adatnya. Saya sangat mencintai dia, dia pria ideal saya, bagaimana mungkin saya dapat menolak dia saat dia mengejar saya demikian rupa. Saya yg semula berpikir tidak tertarik dengan pria batak, akhirnya luluh juga setelah bertemu dia. Kemarin, dia bilang mau menikahi saya. Dia sudah bicara dengan keluarganya, dan keluarganya berkata tidak masalah dia menikah dengan saya, dengan syarat saya harus bersedia mengikuti semua aturan adat yg ada, baik sebelum menikah-menikah-sesudah menikah. Saya tidak ragu dengan dia, tapi dari awal saya ragu dengan keluarganya. Saya takut jika kelak saya menikah dengannya, saya akan bernasib sama seperti kk saya.
    Saya masih mendoakan hal ini, seperti harus memilih antara mengorbankan perasaan dengan melepas dia atau mengorbankan masa depan saya (yg mungkin akan menderita karena dibully seumur hidup). Adakah saran untuk saya dari kalian semua? Terima kasih sebelumnya, maaf kalau ada kata2 yg menyinggung.

    • Seberny tidak bisa disamakan antara keluarga yang satu dengan keluarga yang lain. Jd jangan samakan keluarga calonmu dgn kkmu. Coba kamu buktikan perkataan si calonmu itu kalau keluarganya memang bisa menerima kamu,meskipun kamu bukan boru batak. Hal ini bisa terlihat dengan cara kalau kamu lg kumpul sama keluarganya, perhatikan apa yg terjadi. APakah mereka ada usaha atau itikad baik utk mengajak kamu ngobrol atau mengenal kamu lbh dekat? Begitu pun sebaliknya, kamu jg harus belajar mendekatkan diri dengan keluarga pasanganmu.

      Memang tdk bisa dilihat dengan waktu singkat, semuanya butuh proses. Tapi jangan lupa terus berdoa dalam masa ini untuk mengetahui jalan Tuhan yang terbaik untukmu.

      • pacarku batak margax nainggolan..sementara aq muslin dan jawa..apa gk ada sama skli ksempatanq untuk bisa nikah dengannya..aku mencintainya dan gak rela aja klo harus pisah dari dia..dia orang yg super setia dan sangat baik

      • kalau untuk menikah dengan dia itu sih keputusan pribadi masing2, apa mau menikah beda agama atau tidak. disini yang aku ceritakan hanya gambaran yang umum di masyarakat Batak di Jakarta. sementara kalau ada kasus2 khusus seperti yg kamu alami harus dipikirkan secara matang dan dipertimbangkan baik2 dari kedua pihak bagaimana. aku juga nggak bilang bahwa orang batak nggak bisa menikah dengan suku lain kan? disini hanya sarana bertukar pikiran saja atas kejadian yang banyak kita alami saat ini

    • kalau agama sama walaupun beda suku itu masih bisa ditoleransi orang batak, yang susah itu yang beda suku beda agama pula. jd menurut aq sih tingal adaptasi aja, ntar keluarga si cwok pasti bisa menerima kamu apa adanya.

      • aq punya pacar batak udah 2tahunan pacaran..tapi q jawa dan aq muslim..berarti sangat tidak mungkin ya aq bersatu dengannya..padahal q sangat cinta sm dy krn dy laki2 yg paling setia yg prnah aq knal..kasih solusi dunk please

      • solusinya ada di diri kamu sendiri dan pasangan. seperti apa komitmen masa depan kalian nanti? apa udah pernah dibicarakan? karena menikah itu bukan satu atau dua hari, tapi komitmen seumur hidup. jangan egois dan hanya mentingin perasaan kamu saat ini kalau kamu sayang sama dia dan rela melakukan apa aja untuk bisa hidup bersamanya, tapi pikirin juga keinginan keluarga kamu, keluarga dia. karena sejujurnya pernikahan bukan perkara gampang.

  9. Hai kak Dian. aku Lisbeth kak boru Sijabat (kurang terkenal boru nya). hahha
    Menurut aku sih, laki2 Batak itu paling utama oekerja keras dan pantang menyerah.. Dia juga setia asalkan pasangannya gak neko-neko.. tapi kebanyakan pria batak kurang romantis Hahaha.. trus mereka seriusan orangnya.. tapi tergantung keluarga masing2 sih..

    Yang aku tau Panjaitan baik2 kak.. soalnya aku juga lagi dekat sama marga Panjaitan.. #curcol.
    Salam kenal kak..

  10. Kak, aku islam dan orng jawa. Pcrku batak juga dri marga manurung. Kita brhubungan blm lama tp sudah dpt tekanan dri berbagai pihak. Papa mama minta aku buat putusin dia, tp dia ttap pengen bertahan. Kak bisa critakan tentang marga manurung itu bagaimana? Mreka juga memprioritaskan harus menikah sesama suku batak atau enggak? Aku bingung banget😦

    • dear Disa,

      yang menentukan seseorang itu memprioritaskan harus menikah dengan sesama suku atau tdk bukan dari marganya, tapi itu dari pribadi masing2 orangnya. bisa aja manurungnya sudah lama tinggal di kota misalnya jakarta, tapi masih kental adatnya dan harus satu suku. atau bisa juga kebalikannya, manurung yang berasal dari toba (sumatera) tapi sudah berpikiran terbuka dan bisa menikah dengan suku yang lain. jadi untuk pertanyaan kamu ini aku ga bisa jawab ya😦

      intinya sih kalau mau mempertahankan hubungan atau tidak, harus dilihat lagi plus dan minusnya untuk kedua belah pihak. dan harus dipikirkan ke depannya seperti apa, jangan berpikir pendek hanya mikir yang enaknya utk sekarang saja. coba dipikirkan matang2 dulu yah..

  11. Sekedar share🙂
    Aku boru Hombing.. lima bersaudara. 2 perempuan, 3 lelaki.
    Aku dan kluarga asli kelahiran
    Samosir. Tp kami sdh 25 tahun tinggal dijakarta,smpai saat ini.
    kami sudah berbaur dgn kondisi org2 jakarta. Dan kenal betul dgn sistem
    peradatan juga krakter suku2 lain dikota ini.Aku ceritakan,
    1 kakakku perempuan sdh menikah dgn halak hita marga Sinaga.
    Tdk ada masalah.
    Tp abangku yg ketiga menikah dgn suku lain.
    Jujur saja, ibuku org yg memahami adat penuh dan mengajarkan
    hal trsebut kpd kami anak2nya. Tp ibuku juga menekankan,boleh
    beradat tp ttp hargai suku lain dgn baik krn kita berada dinegara yg
    Byk sekali perbedaan suku?
    Suatu waktu abangku brhubungan dgn suku lain. Hal ini smpt menjadi
    Menjadi pertentangan besar dlm kluarga. Sampai akhrnya,kdua org tuaku luluh
    Dan menikahkan mereka tanpa marga yg dibeli utk istrinya.
    setelah menikah smua brjlan baik2 saja.
    Keluargaku mnrima dgn baik edaku, kami sring mngdakan acara dirumah bersama.
    suatu waktu, edaku ini bersikap aneh. Bertengkar dgn abangku,sampai akhirnya
    kluargaku mengetahui edaku smpt bertemu diam2 dgn mantan kekasihnya dulu.
    Akhirnya keluargaku mengultimatum dan melarang edaku ini dtg kerumah
    Sampai detik ini.

    dr kejadian diatas,saya menyimpulkan. sangat WAJAR jika org batak menuntut
    Utk menikah dgn suku batak pula. Krn dlm adat Batak byk aturan dan etika yg keras dlm
    Pernikahan,tdk bs sembarangan.
    Dan adanya adat beli marga utk si perempuan suku lain,agar bisa menjadi batak seutuhnya
    Dgn mengikuti aturan2 adat Batak yg berdasrkan AGAMA, bahwa jika
    Sudah menikah ,hrs mnghargai hubungan yg ada,tdk berkhianat bahkan bercerai.
    Batak memang keras,dan terkesan egois. Tp dr itu semua, tujuannya adalah kebaikan
    Dan berdasarkan norma2 agama yg Tuhan ajarkan.

      • q pnya masa lalu suram dgn mantan cowku marga sitorus… 3 tahun pacaran… dan akhirnya g tahan juga.. sdh susah payah bljr smw ttg suku batak.. tdk dhargai.. bahkan jauh2 ke rantauprapat tdk welcome… salah sedkit makian dan main tangan.. jd trauam… hiks

      • kalau sudah main tangan sih memang sebaiknya hubungan tdk dilanjutkan ya. emang banyak yang bilang orang Batak itu kasar, tapi nggak semua orang batak itu hobinya main tangan loh. mungkin memang suaranya keras atau suka membentak, tapi sesungguhnya maksudnya baik. dan kalau memang cowok Batak yang bener, dia akan setia dan sangat sayang sama istrinya. mungkin yang kamu temuin memang bukan jodohmu ya..

  12. Hai dian.. Makasih ya artikelnya berguna bgt. Aku mw tny dkit. Aku bkn batak tp udh hmpir5thbpacaran sm org batak marga hitauruk. Tp smpe akr aku blm jg dikenalin ke ortunya. Menurut km gmn ya? Dan aku hrs gmn? Pliss replay ya. Thanks.. Jesus bless you

  13. Hay ka Dian, aku Bella. Aku baru banget baca artikel kamu ini hahaha udah terlalu telat sih, cuman karna aku sekarang jg lg berhubungan sama orang Batak, jdnya ikut say hello jg dengan kalian hahaha…

    Pacarku bermarga Simbolon, sedangkan aku cuman keturunan Jawa yg lahir & besar di Jakarta. Well, aku sama pacarku sudah pacaran 1 tahun, kita jg berbeda keyakinan. Tp dia tidak mempermasalahkan hal itu, justru dia bilang sama aku “Kalo nanti kita nikah, terserah kamu mau pake adat cewe atau cowo” Pacarku tidak mengharuskan aku utk ikut keyakinannya dia, yg penting kalau sudah menikah dengan dia aku harus beli marga katanya. Dan yg aku rasain sampai saat ini, pacarku memang sangat bertanggung jawab, dia jg sangat menaati adatnya, dan meskipun kita berbeda keyakinan dia tetep mau mempertahankan hubungan kami, bahkan dia selalu membicarakan soal pernikahan.

    Sekilas ttg pacarku yg tentunya org Batak, dia tipe lelaki yg setia, tp kalau sudah cemburuuuu waaah bisa langsung dihajar ditempat sasarannya itu hahaha.. Pacarku jg bukan tipe cowo romantis, tp kalo dia lagi emosi/marah aku cukup pegang tangannya dan bilang “Aku minta maaf” dia langsung luluh ka hahaha……
    Yaa pada intinya sih pacaran sama orang Batak itu punya nilai special tersendiri bagi aku 😀 Minta doanya saja ya ka untuk hubungan kami berdua, terimakasih😉😉

    • hehee, seneng ya punya pacar yang baik kayak pacarmu itu. tapi mau ingetin aja, yang namanya pacaran emang semua keliatannya indah loh. tapi kalo udah ngomongin pernikahan, lebih baik kamu pikir berjuta kali lagi ya. karena samaaa sekali nggak sama dengan pacaran. pernikahan itu sekali seumur hidup. hubungannya udah langsung ke Tuhan, jadi pertanggung jawabannya sama Tuhan langsung, dan apapun yang terjadi dalam pernikahan itu adalah menjadi tanggung jawab suami dan istri. hanya berdua, dan bukan lagi jadi tanggungan orangtua atau saudara atau siapapun. pastiin aja kamu siap sebelum memutuskan menikah yah.. happy for you both🙂

  14. Aq cowok Batak tapi mnrtku smua cowok di Indonesia memilii ca, concern dan keunikannya masing. Malahan ada cowok Batak yg suka pukulin istri juga. Lagipul udh banyak kok org Batak yg married sama Manado, Jawa, Manado, ataupun Toraja. Dan itu semua fine2 aja.🙂 salam NKRI

  15. Hei saya keturunan cina, perempuan. Saya pacaran dengan laki2 batak, kami sering ngomongin masa depan bareng. Tapi ternyata keluarga pihak laki2 tidak setuju kalau anaknya dengan saya yang bukan orang batak, padahal keluarga saya sudah setuju dan terbuka. Jadi pasangan saya ini anak paling akhir dan satu2nya laki2 penerus marga. Apa yang harus saya lakukan? Masalahnya keluarga pasangan saya bahkan belum pernah melihat saya apalagi kenal tapi saya sudah di judge begitu saja. Saya bahkan sudah bilang ke pasangan saya kalau saya rela untuk ikutin semua adat batak. Masalahnya kalau dia tetap dengan saya ada kemungkinan dia akan dikeluarkan dari keluarga. Apakah itu mungkin? Karena batak itu kan terkenal dengan kekeluargannya. Apakah tidak ada cara lain untuk menyelesaikan masalah ini? Karena kalau hanya alasan saya adalah cina itu kan pemberian Tuhan saya tidak bisa apa2 dan bukan salah saya jika dilahirkan sebagai keturunan cina.

    • Dear Agnes,

      kalau dia laki2 batak dan kamu bukan batak, masih bisa kok dengan cara kamu diangkat jadi boru (anak perempuan) batak dengan cara ada pesta adatnya tersendiri. dan kalo kamu bilang dia akan dikeluarin dari keluarga kayaknya nggak gitu juga deh. setauku nggak begitu kok. mungkin keluarganya memang ada calon lain untuk dia yg adalah orang batak, makanya ditentang banget. coba tanya deh sama dia. coba juga bilang sama ortunya untuk coba ketemu sama kamu dulu, baru bisa ngejudge. tapi selain itu kamu jangan lupa berdoa ya untuk tahu dan tambah yakin, kalau jalan yang kalian ambil ini adalah jalan yang terbaik..

  16. hallo dian..apa kabar..salam kenal..nama aq novi..aku punya pacar batak marga tampubolon..kami seiman dan sudah pacaran 7 tahun..aku begitu mengasihi pacarku bgitu jugak dia..tapi kami punya kendala..aku jawa dan dia batak..orangtuanya tidak setuju hubungan kami..kami bertahan karna kami bgitu saling mengasihi..dan pacarku berkata akan trus berjuang hingga mendapat restu..ketika aku ingin menyerah dalam hatiku kuat berkata jangan..
    orang tuaku tidak ada masalah dengan pacarku,tp aku trkendala oleh sikap org tuanya..jujur kenapa bisa bertahan lama karna aku bgitu sangat tulus mengasihinya..bahkan dlm hatiku tidak ada masalah apabila aku harus mjd batak ato yg lainnya..aku ingin sekali membuat ibunya luluh dan menerimaku tp aku bingung bagaimana, karna dia tidak menyetujuiku. Sedih apabila harus berpisah..apa yg harus aku lakuin sekarang..aku punya impian bisa menikah dengan pacarku ini..terimaksih sudah boleh shared😉

    • Dear Novi,

      aku mengerti bagaimana perasaanmu yang begitu mengasihi pasanganmu. tidak bisa dipungkiri juga bahwa restu orangtua adalah hal yang amat penting untuk bisa membuat hubungan kalian utuh dan berlanjut ke jenjang selanjutnya. kamu udah pernah ngomong sama orangtuanya pasanganmu belum? ngobrol berdua sama ibunya? yang namanya ibu udah pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, terutama anaknya laki2, karena setelah menikah nanti, anaknya itu akan meninggalkan dia dan tinggal dengan istrinya. mungkin ibunya itu masih belum yakin kalau kamu adalah yang terbaik untuk anaknya. selama ini apakah ada perubahan yang baik dalam diri pasanganmu yg bisa dilihat orangtuanya selama pacaran sama kamu? misalnya dia jadi rajin ibadah atau berdoa setelah pacaran sama kamu? ini bisa membuat orangtuanya sadar kalau kamu yang selama ini mendampingi anaknya bisa membuat anaknya menjadi lebih baik.
      menurutku lagi ya, selama kita berlaku sopan saat bicara dengan orangtua pasangan, itu bisa membuat mereka luluh juga. mereka dulu kan pernah muda, dan pernah ngalamin yang kamu alamin juga, aku percaya someday mereka akan mengerti dan menerima kamu. tetap berdoa yahh

  17. karna lagi deket sama cowok batak jadi tertarik deh sama artikel kk ini ,telat banget ya kayaknya hehe gakpapa kan kk ?
    menurut pengalamanku selama deket dan punya temen2 orang batak itu ternyata seru juga looo,pertemanan mereka kuat dan solidaritasnya tinggi banget ya…oiyaa kk aku mau nanya gimana sih caranya ngedeketin orang tua batak gitu ? soalnya aku juga lagi deket banget sama orang batak terus udah ngomongin ke masa depan gitu tapi aku takut kak kalau keluarga dari dia nggak setuju karna aku orang jawa dan muslim juga .kayaknya nggak mungkin banget ya kalau aku mau nerusin hubungan kita ini ?apa baiknya di sudahin saja karna belum terlanjur jauh dan dalam juga .tapi kita sama2 punya perasaan yang sama kak😦

    • Hallo Egga,

      perbedaan suku udah menjadi hal biasa yah kalo di Indonesia ini, secara emang suku kan banyak banget macemnya disini. menurutku masih bisa diatasi kalau hubungan kalian hanya berbeda suku. tapi kalau sudah berbeda keyakinan, bisa berbeda urusannya.
      sejujurnya aku adalah orang yg menentang perbedaan keyakinan dalam hubungan. tapi nggak bisa dipungkiri kalau banyak juga terjadi pernikahan beda agama di Indonesia. alasan kenapa aku menentang bisa jadi panjang kali lebar penjelasannya, tapi intinya sih, aku pribadi nggak ingin membuat orang lain meninggalkan Tuhan hanya untuk bisa bersama2 dengan aku dan begitupun sebaliknya, aku nggak mau ninggalin Tuhanku hanya untuk hidup bersama seorang manusia. Tuhan itu yang menciptakan kita, yang melindungi kita sampai hari ini, mendengarkan segala keluh kesah kita, yang selalu menerima kita kembali walau kita bandel2. Dia yang mengenal dan mengerti kita seutuhnya, apa mau kita tinggalin hanya untuk seorang cowok? apa kamu mau juga sama cowok yang ninggalin Tuhannya?

      kembali lagi ini pemikiran pribadi ya, semua balik ke kamu lagi bagaimana menyikapinya. yang pasti, yang tau keputusan yang paling baik adalah dirimu sendiri.

  18. Hallo Dian,
    Salam kenal, semoga menjadi keluarga Panjaitan segera (atau sudah😊?) apapun yang dicita-citakan semoga yang terbaik ya.

    Problem saya seperti yg lain, saya Br Jawa dan muslim, marga beliau adalah Simanjuntak. Hubungan kami 2 th sudah dan saya sudah mengutarakan untuk mengikuti dia (keyakinan dan adat-istiadat).

    1. Tapi seolah pengorbanan sy tadi tidak cukup, wataknya yg keras membuat saya untuk selalu mengerti dan mengalah ketika kita ribut. pada satu titik saya ingin dia belajar agar tidak termanja dengan sikap saya. Tapi ketika saya diamkan, maka dia diam juga entah sampai kapan. Sikap seperti apa lagi yg harus saya berikan?
    Jadi kalo cowok batak, diemin aja ato gimana?

    2. Karakter setia, entah sejauh apa setia itu didefinisikan, tapi kalo boleh saya golongkan, pasangan saya ini ‘gen*t’, apakah dalam budayanya kebanyakan seperti itu?

    3. Saya merasa timpang dalam berjuang. Saya melibatkan dia dalam segala cita2 masa depan, sementara prinsipnya “kalau jodoh sukur kalau tidak yah nasib” seperti itulah kira2.
    Bukankah pria batak, orang yang persistent?

    Saya ingin mengetahui karakter pria batak secara lebih jauh terkait tiga hal diatas, agar memiliki second opinion dalam membuat keputusan. Terimakasih Dian

    • Hello, Yes I am already Mrs Panjaitan.
      1. Untuk harus selalu mengalah ketika ribut, itu tergantung dari asal permasalahannya. kalau dia yg salah ya masa kamu mau terus2an ngalah sih? kalo kamu diam lalu dia diam juga ya jangan terus ngalah. kalau dia bener2 sayang sama kamu ya harusnya dia belajar mengerti kamu bahkan sebelum menikah. dia harusnya tau bagaimana membahagiakan kamu, dan kalau kamu nggak bahagia dibuatnya, kamu mau untuk terus bertahan untuk dia? in my opinion, laki2 Batak itu harusnya mengejar perempuan, bukannya malah perempuan yg ngejar2 dia.
      2. genit yg kamu maksud seperti apa dulu. kalau ramah memang kebanyakan begitu, apalagi kalau ketemu lawan jenis yg orang Batak juga dan ada hubungan marga dsb. kalau masih dalam taraf ramah menurut saya wajar karena kekeluargaan di Batak memang sangat kental. tapi kalau sudah genit yang berani ngajak ketemu cewek lain diluar pasangannya sih itu udah nggak bener ya.
      3. ungkapan yang dia beri itu menandakan kalau dia belum yakin sama kamu. kalau cowok Batak udah yakin sama pasangannya, dia akan berjuang mati2an untuk kamu. sorry to say, sepertinya dia tidak memiliki pandangan masa depan yang sama dengan kamu. coba dievaluasi saja dulu hubungan ini. kalau memang harus berhenti ya lebih baik sekarang sebelum nantinya menyesal lebih dalam. kamu yang bisa menentukan kebahagiaan dirimu sendiri, bukan orang lain..

  19. Sya cewek sunda (Muslim), dlm crita ini sya CLBK dgn cwok sya yg dulu, dia Marpaung (Kristen Protestan). Dlu kita mnjalin hubngn slma 3 thn (stu ktr instansi negeri). Tpi krn msing2 klrga tdk menyetujui mka kita brpisah baik2 (wlpn dia tau, sya ptah hati). Dia mnikah dgn cwek batak, dn dipndahtgaskan o/instansi ke Kalimantan, dan sya mnikah dng cwok sunda. Dia brumahtgga slma 5 thn (ank 1 org), tpi llu dia brcerai dn status dia duda. Bgitupun sya, brumahtgga slma 5thn (tnpa ank) dan brcerai, dn sya brstatus janda. Akhirnya dia mncari sya lgi, dn kita brtemu lgi pd thn 2008 dn kmi sling mnjalin hubngan lgi spt dlu smpai skrang (8thn), msing2 kelrga kmi blm mngetahuinya, kmi rncana untuk mbritahukan kpd klrga, tapi krn kmi sma2 trauma dgn kjadian yg dlu, mka kmi blm berani. Cwok sya ini akn mndaptkan tugas dn knaikan dlm karirnya dri instansinya tpi apbila blm ada pndmping (istri) kmgkinan karirny akan trpending. Sya slu mndkung utk kmajuan dlm karirnya tetpi kndala yg satu ini yg blm bsa ada solusinya. Sya ksian kpd cwok sya krn sdh ditinggl jauh karirnya dri tmn2nya yg satu angktan. (cwok sya seorg TNI) .Sya sdh tidak bkerja lagi di instansi yg dlu, krn sya patah hati maka saya skrg bkerja di perush.swasta) Prtnyaanya:
    1. Bgmna solusinya agar msing2 kelrga bsa menerima mksd kami ber2 (menikah).
    2. Bgmna solusinya agar kelrga sya bsa menyetujui/menerima bhw kyakinan sya akn mngikuti kyakinan cwok sya?
    3. Apkh seorg suku Batak, dn beragama Kristen Protestan bsa bercerai? (sya sdh mnanyakn kpd ex.tman2 sya yg di instansi dlu tmpat sya bkerja bhw ttg perceraian cwok sya itu sdh trcatat dn syah mnrut Instansi, tetapi dri keagamaan (Gerejanya) blm ada keputusan.
    4. Mhon penjelasanya utk point 3 ttg kputusan dri agama/Kristen Protestan? prihal “perceraian” sesama Kristen Protestan?

    • wah.. pertanyaan kamu berat ya, udah mengarah ke ranah hukum nih.. kalau nanti ada pertanyaan yg ga bisa aku jawab nggak apa2 yah..

      maksud untuk menikah memang mulia, tapi memang menikah itu tidak bisa sembarangan. apalagi di Indonesia ya, kita menikah bukan hanya dengan pasangan, tapi juga dengan kedua keluarga. apapun keputusan kita dan pasangan, keluarga terutama orangtua haruslah menyetujuinya. kalau yang aku tangkap dari ceritamu, kamu akan pindah keyakinan seperti cowokmu ya? apa ini sudah kamu pikirkan matang2? karena kepercayaan adalah hal yang sangat pribadi, yang harus bisa kamu pertanggung jawabkan kelak. kalau memang sudah yakin, kamu dan pasangan datang dahulu ke keluargamu mengutarakan niatmu itu. kalau ada penolakan dari keluarga, kamu dan pasangan sudah harus siap dengan berbagai resikonya ya. baru kemudian ke keluarga pasanganmu untuk bicara. untuk keluarga bisa menerima atau tidak, aku nggak bisa bilang gimana caranya ya. yang aku tahu, kalian berdua sama2 pernah gagal, dan tentu nggak ingin gagal lagi, dan pastinya memilih pasangan nggak lagi sembarangan. minta pengertian keluarga kalau kali ini kalian akan berusaha sekuat tenaga untuk membina pernikahan yang baik.

      untuk perceraian di Kristen dari duluu tidak bisa dilakukan. karena apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan oleh manusia kecuali karena maut. tapi pada kenyataannya banyak kejadian perceraian dalam Kristen itu sendiri. i dont want to judge anyone, tapi memang menurut saya orang Kristen itu tidak seharusnya bercerai. di Indonesia untuk pernikahan Kristen ada 2 kali pencatatan, di gereja (dibuktikan dengan akta nikah gereja), dan di catatan sipil (dibuktikan dengan akte nikah catatan sipil). yang selama ini aku tau, kalau mau bercerai itu masuk ke pengadilan untuk bisa menceraikan secara catatan sipil tapi untuk di gereja tidak bisa diceraikan. aku pernah tau ada beberapa gereja yang bisa mengurus “perceraian” dan “menikah kembali setelah bercerai” tapi nggak akan dibahas disini. oiya untuk orang Batak, ikatan pernikahannya nambah 1, bukan hanya menikah secara gereja dan catatan sipil, tapi juga secara adat. ini yang agak ribet untuk bisa diceraikan. coba saja didiskusikan dengan pacarmu tentang hal ini karena sebenarnya kasusmu ini sangat complicated. mungkin bisa juga didiskusikan dengan orang yang mengerti hukum ya, daripada nanti aku yg salah kasih infonya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s