Menerima apa adanya?


Kata-kata ini sering banget didengar yah. Terutama waktu mencari pasangan. Cewek ataupun cowok maunya punya pasangan yg memiliki kriteria ini. Bisa menerima apa adanya.

Dulu saya termasuk orang yang begitu percaya dengan kata2 ini. Dalam pikiran saya, kalau ada cowok yang nggak bisa menerima saya apa adanya maka dia bukan pasangan yang baik untuk saya. Tetapi sekarang, saya mulai berpikir. benarkah bahwa seseorang harus bisa menerima pasangannya apa adanya?

Menerima apa adanya berarti menerima keadaan pasangan seperti dia yang sudah ada saat ini.

Tidak perlu ditambahi, atau dikurangi.

Benarkah begitu?

Apakah seseorang harus diterima begitu saja tanpa ada lagi hal2 yang harus ditambahi/dikurangi dari dirinya?

Bukankah kalau kita sayang pada seseorang, kita ingin supaya dia menjadi yg lebih baik lagi. Meskipun itu dengan cara merubah dia menjadi sesuatu yg berbeda dengan dia yg sekarang?

IMHO, kata2 menerima apa adanya ini lebih ke menerima keadaan dia yg sudah terberi. Given. “dari sananya”. Misalnya: kriteria fisik tertentu (rambut keriting, hidung pesek, bibir tipis dsb), terlahir dari keluarga yg seperti apa dia itu (we can’t change anything of it for sure), dan hal2 lain yang sudah ada sejak lahir termasuk kepribadiannya (introvert-extrovert, melancholic-phlegmatic-sanguine, etc). Saya setuju kalau saya harus menerima pasangan dengan apapun keadaan dia saat ini yg sudah terberi.

Lain halnya kalau saya juga harus menerima keadaan dia yg temperamental, tdk bisa bersabar, atau malas-malasan. Kalau untuk mengubah dia menjadi pribadi yang lebih baik, kenapa tidak?

Dengan pemikiran seperti ini mau tidak mau mengubah cara pandang saya. Saya jadi lebih terbuka dengan masukan2 yg diberikan dari pasangan. Selama itu untuk menjadikan saya lebih baik, kenapa tidak diterapkan? Dan saya tidak akan lagi terlalu cepat menghakiminya sebagai orang yg tidak bisa menerima saya apa adanya.

🙂

Have a nice day

4 thoughts on “Menerima apa adanya?

  1. Kaa aku mau curhat dong kaa soal masalah aku..

    Aku punya pacar nah aku udah 10 bulan sama dia alhamdulillah:D sebelum pacaran, aku punya 3 sahabat(anggep aja yg satu S yg satu A dan yg satu lg F) mereka itu banyaak maunya banget dan pemikirannya masih kyk anak2 bangett.. Aku udah ngorbanin semuanya demi mereka tapi mereka gamenghargai apa yg selama ini aku lakukan buat mereka, dgn bukti mereka bisa meninggalkan aku semudah itu. Katanya karena aku itu galak, waktu itu sih emang ada kerja kelompok dan mereka itu susah diatur, ya jelas aku marah. Tapi mereka berpendapat kalo aku galak, padahal utk kebaikan kelompok.

    Mereka bisa aja banyak maunya sampai aku harus berkorban demi mereka, namun aku ada maunya dikit aja……weis dijauhin:’)apalagi pas aku mulai pacaran sama cowok ini(anggep aja D) aku makin dikacangin dan dijauhi(padahal pas sesi ‘pdkt’ mereka mendukung bgt). Mereka sering jalan tanpa ngajak aku. Emang sih aku lebih sering spend time sama cowo aku…tapi aku gapernah ngelupain mereka. Bahkan kalo lagi jalan sama cowo aku, aku mikirin mereka terus:’) aku tetep bbman sama sahabat aku kalo lagi jalan. Padahal aku ga bbman sama pacar aku kalo lagi hang out sama mereka bertiga:’)

    Dan berakhir aku putus persahabatan sama mereka ber3 1 bulan kemudian… Lalu ada lagi sahabat(anggep aja C) yg lumayan deket sama aku(namanya jg sahabat yak=D) tapi dia gak menerima aku apa adanya.. Padahal sama kyk sebelumnya, aku udah ngorbanin semuanya. Dia bilang dia gasuka sama aku karena aku terlalu sayang, terlalu mikirin cowok aku itu(saat itu aku 7 bulanan)

    D, emang sayang bgt sama aku, dari perkataan namun selalu dibuktikan dgn perbuatan. Dia selalu ada buat aku, selalu jadi penghibur aku pas aku betapa sedihnya ditinggalin temen2 aku yg gak setia itu. Tapi terkadang dia gak peka, dia negative thinking, suka ngotot karena keterlalu jeniusnya dan sebenernya, gak nerima aku apa adanya:’)

    Dan cemburuan banget.
    Ini masalah aku ka

    Suatu hari ada cowok yg namanya B. Pertamanya, aku cuma nanya soal pelajaran ke dia, berhubung dia itu jenius. Eeeh beberapa hari kemudian, dia yg datengin aku terus, ngobrol sama aku terus, dan kalo ada kerja kelompok, sama aku,I terus._. Ditambah aku sama B itu punya hobby yg sama jadinya tambah akrab kan…

    Dengan ini aku resmi sahabatan sama IB. Aku seneng punya sahabat baru seperti mereka, karena mereka berdua menerima aku apa adanya:’D terus dgn bersahabat sama mereka. Aku bisa bergaul sama yg lain…yaa cowo2 sih..tapi rata2 kyk cowo yg kyk cewek gitu=D bukan yg machomacho gitu kaaXD

    Tapi

    D itu pecemburu besaaar seperti yg aku katakan kekurangan dia tuh. Dia tuh gamau aku berteman dgn cowo lain… Cowo tengil jelek gitu dia cemburu, cowo item jerawatan dia cemburu, cowo nyebelin dia cemburu, banci dia cemburu, ANEH BGT Щ(ºДº”щ). Padahal dia tau aku trauma temenan sama cewe. Padahal dia tau penderitaan masa lalu aku sakit.bgt. Padahal aku gak akan suka apalagi cinta sama B ato temen2 cowo lainnya…

    Padahal dia tau aku cinta sama dia lebih dari apapun, dia pun juga gitu.

    Sedeket2nya aku sama cowo lain, hati aku selalu sama dia. Tapi dia gabisa kalo aku deket sama cowo lain terus, tapi dia tetep paling sayang sama aku. Karena baginya di kehidupan dia gaada yg sayaaaang bgt sama dia termasuk ortunya…

    Kaa gimana yaa caranya buat D bisa ngertiin aku atas masalah2 aku ini… Aku gamau kehilangan D, tapi gamau kehilangan IB juga karena mereka itu orang2 yg paling aku sayang:’) tolong ya kaaa makasih banyaaakk

    • Dear Raisya,

      Masalah kamu adalah masalah klasik remaja dari dulu. aku dulu juga pernah ngerasain kayak kamu🙂 kalau disuruh milih antara sahabat atau pacar, maunya milih dua-duanya ya, tapi situasi saat itu nggak memungkinkan pilih semuanya. yang harus kamu pegang adalah bahwa sahabat sejati akan ikut bahagia kalau sahabatnya bahagia, meskipun itu menyakitkan untuk dirinya sendiri. menurutku, sahabat2mu yang 3 orang itu bukanlah sahabat sejati, karena mereka nggak bisa terima kamu apa adanya kamu, dan menuntut ini dan itu dari kamu. kita lihat beberapa tahun ke depan apakah mereka akan berubah sikap sama kamu.

      kalau tentang pacar kamu si D, aku tanya dulu, umurnya berapa ya? sikap cemburuannya mungkin aja karena dia belum dewasa. kalau masih remaja wajar lah cemburu2 kayak pacarmu itu. nanti seiring bertambahnya usia dan kedewasaan, kalian akan mengerti bagaimana menjalin hubungan dengan baik, dan lebih saling pengertian satu sama lain. kalau untuk sekarang, kamu cukup kasih pengertian aja sama pacarmu kalau dia adalah satu2nya dalam hati kamu dan cowok2 yang lain hanya teman. cara kamu ngomong juga harus meyakinkan, jangan pakai emosi (sambil marah2), santai aja, dan bilang juga kalau kamu akan buktikan kalau kamu nggak ada apa2 sama cowok2 yang lain itu.
      kamunya juga harus bener2 buktikan kalau cowok2 lain hanya teman saja ke D. caranya, jangan lebih banyak ketemuan/jalan/smsan sama yang lain2 daripada sama cowok kamu sendiri. kalau lagi jalan/ngobrol sm D, nggak usah bawa2 temen2 cowok itu. yang ada nanti dia malah tambah cemburu sama kamu. pokoknya waktu yang akan menjelaskan sama D, apakah kamu bener2 sayang sama dia. dan begitu juga sebaliknya.

      kalau kamu udah berusaha ngomong baik2 dan membuktikannya, tapi D tetap cemburu sama kamu, kamu perlu tanya balik ke dia, kenapa dia segitu cemburunya sama kamu. tanya balik ke dia, apa dia bisa lebih sedikit pengertian ke kamu. tanya juga, apa dia nggak percaya sama kamu selama ini?

      semoga membantu yah

  2. Saya mau curhatin hubungan saya nih kak, saya ga tau saya yang terlalu menuntut, apa pacar saya yg prinsipnya ga jelas. Dasarnya pacar saya adalah orang yang tempramental, dan kasar sekali. Bercanda pun dia akan bilang saya “anjing”, saya sudah sering sekali protes, tp krn dia punya prinsip yang abnormal, dy ngotot kalo ngomong kasar itu benar, dan itu apa adanya dia. Oke lah kak, aku mlai bs terima, saya anggap wktu dia ngomong kasar, adalah anjing yang lagi gongong minta makan. Nah, baru kemarin ini, saya ketemu sama tman” dia sekaligus dia, ngomong lah kasar dia kepada saya, di depan tman”nya, menurut saya itu gak pantas kan, akhirnya saya kasih tau dia, klo jgn ngomong kasar ke saya wktu ada tman”nya, dia mala jawab, klo itu diri dia apa adanya, mau ga maui dia kyk gni. Pkoknya dia itu ngotot aja klo itu bener, dan yang di lakuin ga salah, mala dia bahas mantan” saya, dan blg maaf aku ga bsa sesempurna mantanmu. Saya merasa gila sendiri mbk, sulitnya merubah dia menjadi pribadi yang lebih baik, klo berbicara apa pun, hrs peduli perasaan orang, tp nihil, hingga akhirnya dia minta putus , karena saya tidak bisa menerima dia apa adanya.

    • menurut saya bagus kalau kamu putus sama dia. dalam hubungan itu ada yang namanya saling menghormati. toh nanti pada akhirnya hubungan pacaran itu ujungnya ke pernikahan, bagaimana kamu bisa menjalani hidup selamanya dengan orang yang bahkan manggil kamu sendiri pakai kata2 nggak sopan? bukannya kita gila hormat atau apa, tapi minimal sebagai manusia tahu batasannya. kita ini manusia yang bisa berpikir. apa mau disamakan dengan binatang yang memang diciptakan derajatnya dibawah manusia? menurut saya penting untuk pasangan saling menghormati dan menganggap pasangannya sebagai orang yang setara dengan dia, yang bisa diajak bicara, tukar pikiran, berbagi bermacam2 hal dalam hidup.

      kalau memang dia kekeh dengan prinsip ‘ini gue apa adanya yg suka ngomong kasar, dan elo harus terima gue apa adanya’ ya it’s fine. itu kan prinsip dia. sekarang giliran kamu berpikir, apa kamu bisa hidup dengan orang yg prinsipnya seperti itu? semua pilihan di tangan kamu. kita memang nggak bisa mengubah seseorang menjadi seperti yang kita inginkan, kecuali orang tersebut mau dengan rela hati mengubah dirinya sendiri.

      dan kalau memang dia manusia yg bener, seharusnya mau koreksi dirinya. semakin dewasa seharusnya makin memikirkan hal2 diluar dirinya, nggak egois lagi. seharusnya dia bisa mulai berpikir ‘kok cewek gue bilang gue suka ngomong kasar itu nggak bagus, apa memang begitu? apa ini sifat yang baik atau nggak?’ dan kalau dia nggak bisa berpikir ke arah sana yah, sudah. leaving him is the best way for you.

      putus itu rasanya nggak pernah enak. tapi hampir semua orang pernah merasakannya. dan kebanyakan orang berhasil melewatinya. dan biasanya juga yang lebih baik akan datang setelahnya. jadi enjoy your life saja, kalau sekarang putus dari dia, ya terima kenyataan, kalau memang bukan dia ‘the one’ mu.

      tetap positif dalam hidup yahh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s