Berdamai dengan masa lalu (baca: mantan)


Kayanya dari judulnya udah ketauan kan mau ngomongin apa yah🙂

Membahas mantan adalah topik yang paling sering dibicarakan dalam pembicaraan ttg relationship. Semua orang pernah merasakan pahitnya putus cinta, dan pastinya merasakan punya mantan pacar. Setiap mantan pacar mengingatkan kita akan hal2 baik yg kita bisa ambil positifnya, juga hal2 buruk yang bahkan membuat kita benci dengan si mantan.

Saya adalah salah satu orang yg memegang prinsip ga akan balikan sama mantan pacar. karena menurut saya, keputusan utk mengakhiri hubungan atau mengucapkan kata putus adalah keputusan yang sudah final. saya tidak akan mengucap kata putus kalau tidak serius dengan kata tersebut. saya tidak pernah main2 dengan kata ini.

Setelah putus, biasanya saya langsung memutus segala kontak dengan mantan. termasuk di sosial media. saya pikir, sudah tidak penting lagi utk saya tau keadaan dia, atau sebaliknya. kalaupun dia berusaha mengontak saya duluan, biasanya saya hanya menjawab seperlunya saja.

Kedengarannya terlalu jahat atau bagaimana yah, tapi itu sih prinsip yg saya pegang selama ini. Kita putus pasti karena satu alasan, dan biarlah semua kenangan2 di masa lalu ditinggalkan saja di tempatnya, tanpa perlu digubris2 lagi.

Tapi ada satu pengalaman menarik dengan mantan yg saya alami, yg setelah saya pikir2 mungkin bisa jadi strategi utk berdamai dengan masa lalu, ya si mantan itu.

Jadi saya pertama kali putus cinta di kelas 2 SMA, dengan pacar yg waktu itu jadian dengan saya sejak kelas 3 SMP. hubungannya berjalan sekitar satu setengah tahun. putusnya tiba2. di suatu hari, dia nggak bisa dihubungin. disms ga dibales. ditelpon ke rumah nggak ada. ditelpon ke HP ga diangkat. besokannya dia kirim SMS minta putus. alasannya udah nggak bisa bareng2 lagi, lebih baik jadi temen aja. bodohnya saya waktu itu adalah oke2 saja dengan keputusan dia. tanpa bertanya apa sebabnya, tanpa mengungkapkan bagaimana perasaan saya sebenarnya. setelah hari itu, saya putus kontak sama dia. tapi saya belum benar2 bisa move on, karena dlm hati saya masih penasaran kenapa dia putusin saya. tapi saya nggak pernah bertanya, dan selama hampir 2 tahun saya terus bertanya2. sampai seringkali terbawa mimpi. akhirnya seiring dengan berjalannya waktu, saya bisa mulai move on.

sampai pada saat saya selesai kuliah, sekitar 5 tahun setelah kejadian, saya dapat kesempatan utk ketemu sama dia, bareng satu orang teman dekat saya dari SMP. disitu sempat agak awkward situasinya. tapi setelah agak nyaman ngobrol, akhirnya teman saya bertanya, kenapa waktu itu dia mutusin saya. dan diapun mengaku

“gue dulu memang brengsek” kata2 itu saya ingat sampai sekarang.

Dari sejak saat itu hubungan saya dan dia jadi seperti saudara. sudah tidak ada rasa sakit hati. dan saya senang dia menjalani hidupnya dengan bahagia, dan saya pun sekarang sudah bahagia dengan yg lain.

Satu kata pengakuan akan kesalahan dia di masa lalu, itu yang membuat saya bisa berdamai dengannya. penantian dan kesedihan saya terbayar dengan kata2nya itu. saya akhirnya membuktikan bahwa bukan saya yang salah, dan memang dia bukan orang yg terbaik utk saya. dan pada akhirnya saya lega dengan keputusan yg saya ambil itu.

 

bagaimana menurutmu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s