6 months anniversary


This is some kind of trend among teen love to count their relationship every month. tidak terkecuali saya yang masih muda belia ini (ehem!!). yahh, intinya saya masih senang menghitung2 bulan demi bulan relationship saya dengan pasangan. biasanya sih setelah setahun kebiasaan ini luntur karena ngitungnya jadi susah: setahun dua bulan, setahun sebelas bulan. ewh repot. mendingan sebut: sembilan bulan ato tiga bulan.

Saya jujur saja belum pernah punya hubungan yang usianya lebih dari dua tahun. saya berharap yg terakhir ini akan jadi hubungan saya untuk selamanya (aminn)

Jadi dibulan keenam yang baru saya lewati, perasaan saya macem2 sekali. yang saya sukai dari hubungan yg sekarang adalah kami biasa saling terbuka mengutarakan apa yg kami rasakan masing2 secara apa adanya tanpa ditutup2i. saya dapat feedback dari dia tentang perilaku2 saya selama dalam hubungan ini dan ke depannya harus berperilaku seperti apa juga saya dapatkan dari dia. begitupun sebaliknya. akhirnya saya merasa lebih puas dan nyaman dengan hubungan ini meskipun belum menginjak satu tahun saya mengenal pasangan saya yang sekarang.

dari pengalaman inilah saya menyadari bahwa memang kunci dari hubungan yg memuaskan adalah komunikasi. hanya dengan cara ini kita mengetahui apa yang diinginkan pasangan dan apa yg kita sendiri inginkan dari dia.

nahh, dari hubungan ini juga saya mulai membicarakan ttg masa depan dengan pasangan saya. mungkin setiap pasangan pernah mengalami hal ini. pasangan yg serius yah. kalo yg masih main2 sih mana berani ngomongin masa depan. rasanya seneng banget ngebahas ini. apa yang dia mau dlm kehidupan kami setelah menikah nanti. apa yang harus kami lakukan dahulu sebelum menikah. dsb dsb. rasanya nggak pernah sejelas ini membicarakan hal yg kabur ini sama pasangan. nggak cuma mimpi2 tapi juga bagaimana cara kita sampai kesana berdua.

hal lain yang semakin membuat perasaan saya tak karuan adalah keseriusan, perhatian, dan pengorbanannya untuk saya. baru-baru ini dia mau panas2an nemenin saya keliling jakarta dari mulai naik angkot, kopaja, busway, bajaj, sampai taksi. meskipun tujuan utama saya saat itu tidak tercapai, tapi saya menikmati tiap detik yang saya habiskan bersamanya.

dalam hubungan juga harus saling mendukung. saya dukung dia dengan segala keputusan yang dia ambil berkenaan dengan pekerjaannya atau kuliahnya. dia dukung saya juga kalau saya lagi sedih atau marah tentang sesuatu di tempat kerja.

intinya semakin lama saya semakin nggak bisa hidup sendiri tanpa dia. semoga sampai waktuNya tiba, kami akan terus bersama-sama mengarungi dunia fana ini berdua.

🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s