about sex


yes, i’ve been thinking about these lately. FYI, dalam hidup gw nggak pernah nonton yg namanya film biru. gw belajar tentang sex dari buku, kuliah, dan pembicaraan dengan beberapa orang teman (yg sama2 clueless juga, hahahahha). sejak berumur 20 tahun, gw jadi makin terbuka sama seks. gw merasa harus belajar sekarang, daripada gw nggak tau apa2 dan akhirnya bisa dibodohi sama orang lain. so, my journey begin at 20.

dalam 3 tahun belakangan (krn umur gw mau 23) gw belajar banyak banget tentang seks. otak gw mulai terbuka dengan berbagai info yang gw dapat. tapi sejauh ini info2 gw berasal dari kuliah, buku2 teks psikologi, dan film2 dokumenter. NO PORN MOVIES ALLOWED. jadi pertama kali gw belajar tentang seks itu dari sudut pandang yg cukup objektif. thanks GOD gw dipinjemin buku “Our Sexuality”nya Crooks & Baur yang bagus banget untuk pendidikan seks. especially kuliah2nya mbak Zoya🙂 tapi lama kelamaan akhirnya gw terekspos juga sama sumber lain yang sangat kaya dengan pengetahuan tentang seks: Internet. dalam hal ini PORN movies

hehehe.. jangan tanya kenapa gw bisa mendadak ngeliat video2 macem ini. belakangan ini kan lagi heboh masalah video porno artis2 indonesia tuh. trus gara2 gw keseringan nonton infotainmen, jadi penasaranlah gw. gw pikir palingan videonya gak gimana2. lagian gw nontonnya bareng nyokap juga. eeehhhhhhhh… taunyaaaa…. videonya cukup “keras” menurut gw. secara gw nggak pernah ngeliat yg macam tu sebelumnya. reaksi fisik gw yg pertama setelah ngeliat itu adalah: MUAL. perut gw langsung nggak enak dan muka gw nggak berhenti mengernyit. heran. takjub. bingung. anything, you name it.

pada akhirnya gw menemukan kenapa reaksi gw ngeliat video itu bukannya seneng malah mual.

gw punya pandangan awal tentang seks. gw melihat, seks itu adalah sesuatu yg kudus, diciptakan sendiri oleh Tuhan, untuk manusia yang udah terikat dalam pernikahan. kenapa harus terikat dalam pernikahan? karena konsekuensi dari seks itu besar. selain jadi terikat secara emosional, juga ada tanggung jawab lain misalnya anak yg akan ada sebagai hasil dari hubungan tersebut. selain itu yah, gw pikir seks itu sebagai penyerahan diri seseorang sepenuhnya secara fisik sama pasangannya. bener2 bukan lagi dua, melainkan satu. segitu kudusnya. that’s what i think about sex.

sampe akhirnya gw menemukan kenyataan bahwa orang2 kebanyakan nggak memandang seperti itu lagi. seks dipandang sebagai pelampiasan nafsu belaka. bisa dilakukan sama siapa aja, yang penting nafsunya terlampiaskan. bahkan seks dijadikan bukti cinta which is palsu menurut gw. alasan2 “kalo kamu cinta sama aku, kamu pasti mau melakukan ini” iya, seks memang bukti cinta seseorang dengan pasangannya, tapi kalo SUDAH MENIKAH. kalo belum menikah trus udah have sex, apa gunanya pernikahan? you’ll get dumped right away.

hubungannya dengan bikin gw mual?? di video2 itu, yang gw liat adalah nafsu. cuma nafsu. ini membuat manusia di video2 itu kelihatan sebagai binatang di mata gw. karena binatang melakukannya hanya dengan nafsu. cuma ngikutin nafsu. i’m really sick of it..

gw tau sih, nafsu atau passion itu adalah salah satu komponen dari cinta. tapi gw nggak tahan aja ngeliat seks tanpa cinta dan tanggung jawab😦

mungkin gw terdengar ngejudge atau terlalu melankolis, tapi inilah yg gw pikir benar. seks harus disertai dengan cinta dan tanggung jawab dan HARUS ada ikatan pernikahan sebelumnya.

hmm.. (to be cont.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s